Petugas Temukan Tanda Kekerasan pada Pria yang Diduga Dibunuh Anaknya
PONOROGO, iNews.id – Polres Ponorogo, Jawa Timur (Jatim), masih menyelidiki kasus penemuan mayat pria yang diduga dibunuh putra kandungnya. Dari hasil pemeriksaan jenazah korban, Tim Forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kediri menemukan beberapa tanda kekerasan.
Tim Forensik dari Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kediri telah melakukan pemeriksaan jenazah Eko Prayudi (55), warga Desa Sumoroto, Kecamatan Kauman, Ponorogo, Selasa (28/8/2018), sekitar pukul 10.00 WIB di kamar jenazah RSUD Harjono Ponorogo. Dari hasil pemeriksaan luar, ditemukan bekas tanda kekerasan dan tanda-datan mati lemas pada korban.
Sementara dari pemeriksaan dalam, tim medis tidak menemukan ada tanda-tanda kelainan. Meskipun demikian, tim medis masih akan melakukan uji forensik di Laboratorium Forensik (Labfor) Poda Jatim. Dari hasil visum dalam akan diketahui penyebab pasti korban meninggal.
“Sementara kesimpulan hanya mati lemas saja. Untuk penyebab pasti kematiannya, saya menunggu hasil Laboratorium Forensik Surabaya,” papar Dokter Tutik Nurwanti, Ketua Tim Forensik RS Bhayangkara Kediri.
Korban Eko Prayudi sebelumnya ditemukan tewas di rumah adik iparnya, Hadi Prayitno di Jalan Sumatera Mangkujayan, Ponorogo. Korban diduga dibunuh oleh putranya Hendra Nur Prasetyawan. Polisi sudah mengamankan Hendra dan meminta keterangan. Meskipun Hendra diduga kuat pelaku pembunuhan ayahnya, polisi belum menetapkannya sebagai tersangka. “Status anak korban masih sebagai saksi,” ujar Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Maryoko.
Maryoko menuturkan, polisi juiga telah memeriksa empat saksi lain di antaranya pembantu rumah, adik korban dan adik ipar korban. Kemudian, mengamankan barang bukti di antaranya pakaian korban dan satu bantal.
“Hari ini juga kami melakukan autopsi bersama dokter RS Bhayangkara Kediri di RSUD Ponorogo. Kemudian, nanti akan kami tindak lanjuti dengan melakukan gelar perkara. Perkembangannya akan kami sampaikan lebih lanjut,” ujar Maryoko.
Korban Eko Prayudi ditemukan tewas di kamar di rumah adik iparnya. Saat ditemukan, wajah korban tertutup bantal dan mulut mengeluarkan busa. Peristiwa itu terjadi sesaat setelah korban bertemu dengan anaknya Hendra. Dugaan sementara, ayah dan anak ini terlibat perselisihan tentang hak waris.
Editor: Maria Christina