Petani Sampang Menjerit, Cabai Rawit Dihargai Rp7.000 per Kg

Tikno Arie ยท Minggu, 06 September 2020 - 10:31 WIB
Petani Sampang Menjerit, Cabai Rawit Dihargai Rp7.000 per Kg
Petani di Sampang, Jatim tengah memanen cabai rawit meski harga anjlok hingga mencapai Rp7.000 per kg. (Foto: iNews/Tikno Arie)

SAMPANG, iNews.idPetani cabai rawit di Sampang, Pulau Madura, Jawa Timur (Jatim) menjerit akibat harga jual yang anjlok. Bila di periode yang sama tahun lalu, harga cabai rawit mencapai Rp80.000 per kilogram, kini hanya Rp7.000.

Kondisi ini dialami petani cabai rawit di Desa Jeruk Porot, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura. Biasanya, tengkulak membeli cabai mereka dengan harga Rp50.000 hingga Rp80.000, kini hanya berkisar Rp6.000 hingga Rp7.000.

Akibat anljoknya harga cabai ini, untuk mengembalikan modal, petani memanen sendiri cabai tanpa menggunakan pekerja lain. Padahal pada masa panen tahun lalu, petani bahkan sampai mempekerjakan puluhan orang untuk membantu memanen cabai.

Salah satu petani cabai rawit, Imron mengaku tidak mengetahui persis penyebab anjloknya harga. Dia menduga, harga cabai anjlok karena Covid-19 yang membuat pengiriman ke kota besar terganggu atau stok cabe rawit yang sangat melimpah.

“Sekarang cabai murah, hanya Rp6.000-Rp7.000. Beda dengan tahun lalu yang mencapai Rp50.000-Rp80.000 per kilogram,” katanya.

Selain dihargai sangat murah, petani cabai rawit ini juga mengaku tanamannya mulai diserang penyakit. Daun cabe terlihat mulai mengering dan buahnya keriput.

Padahal sebelumnya, kualitas cabai rawit di Desa Jeruk Porot merupakan yang paling bagus di Kabupaten Sampang.

Sebelumnya, setiap harinya, petani cabai rawit mampu memanen 80 kilogram. Bahkan kalau lagi bagus bisa memanen hingga 1 ton. Tengkulak pun selalu datang menjemput hasil panen para petani setiap hari.


Editor : Umaya Khusniah