Peringatan Dini BMKG, Sebagian Wilayah Jatim Berpotensi Diterjang Angin Kencang

Ihya' Ulumuddin, Antara ยท Jumat, 10 Januari 2020 - 11:19 WIB
Peringatan Dini BMKG, Sebagian Wilayah Jatim Berpotensi Diterjang Angin Kencang
Rumah warga di Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), mengalami kerusakan akibat diterjang angin kencang, Kamis (10/1/2020). (Foto: BPBD Sidoarjo)

SIDOARJO, iNews.id – Sebagian wilayah di Jawa Timur (Jatim) berpotensi diterjang angin kencang disertai dengan hujan deras. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda meminta masyarakat untuk waspada.

Peringatan dini kepada masyarakat terkait dengan hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang sesaat pada siang, sore dan juga malam hari,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Juanda Teguh Tri Susanto di Sidoarjo, Jumat (10/1/2020).

Adapun beberapa wilayah yang berpotensi dilanda angin kencang di antaranya wilayah Pulau Bawean, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Nganjuk. Kemudian, Kabupaten Madiun, Magetan, Kota Kediri, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Jember, Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, Bangkalan, Pamekasan, Sampang dan Sumenep.

 

BACA JUGA:

3 Ruang Kelas MIN Pasuruan Ambruk, Siswa Terpaksa Belajar di Musala

Bukit Kapur di Kecamatan Puger Jember Longsor, Pekerja Sempat Dengar Gemuruh

 

Sementara itu, dari pantauan BMKG, suhu udara di wilayah Jatim berkisar antara 17 sampai dengan 33 derajat celcius. Kelembaban udara berkisar antara 55 sampai dengan 100 persen. “Kecepatan angin dominan dari Barat Daya ke Barat dengan kecepatan 05 sampai dengan 30 kilometer per jam,” katanya.

Sebelumnya, 10 rumah di Desa Lambangan, Wonoayu Sidoarjo, Jatim mengalami kerusakan akibat diterjang angin kencang pada Kamis (9/1/2020) sore.

Kapala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo, Dwidjo Prawiro mengatakan, rata-rata rumah yang terkena angin kencang mengalami kerusakan di bagian atap.

“Saat itu kondisi cuaca angin kencang disertai dengan hujan lebat sehingga mengakibatkan rumah mengalami kerusakan,” katanya.


Editor : Maria Christina