Perawat Puskesmas di Sidoarjo Meninggal, Sempat Dirawat Intensif 11 Hari

Yudha Prawira ยท Minggu, 04 Oktober 2020 - 10:16:00 WIB
Perawat Puskesmas di Sidoarjo Meninggal, Sempat Dirawat Intensif 11 Hari
Perawat puskesmas di Sidoarjo meninggal dunia akibat Covid-19. (Foto: iNews/Yudha Prawira)

SURABAYA, iNews.id - Seorang perawat puskesmas di Sidaorjo, Jawa Timur (Jatim) meninggal dunia akibat positif Covid-19. Almarhum sempat menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Kabupaten Sidoarjo selama 11 hari.

Para rekan seprofesi berjajar menyambut mobil ambulans yang membawa jenazah Anang Fahrudin Lubis (40) ke Puskesmas Barengkraja Krian Sidoarjo. Hal itu dilakukan untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus doa untuk almarhum sebelum dimakamkan di Kedamean, Gresik.

Perawat yang meninggal Sabtu (3/10/2020) ini diduga terpapar Covid-19 saat memberikan pelayanan di puskesmas tempatnya bekerja. Selain itu, almarhum juga memiliki penyakit penyerta atau comorbid yang semakin memperburuk kondisi almarhum.

DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mengaku prihatin dengan terus gugurnya tenaga perawat di Jatim. Tingginya aktivitas perawat yang terus berinteraksi dengan pasien menjadi penyebab banyaknya tenaga medis ini terpapar Covid-19.

"Selain itu, lamanya waktu pergantian aktivitas bekerja juga menjadi penyebab kondisi perawat menjadi rentan terpapar," kata Ketua DPW PPNI Jatim, Profesor Nursalam, Sabtu (3/10/2020).

Dia mengatakan, selain membantu pemenuhan Alat Pelindung Diri (APD) bagi perawat, PPNI Jatim juga mendesak rumah sakit, pemerintah atau dinas kesehatan setempat untuk memperhatikan kondisi dan waktu bekerja perawat.

Sebagai informasi, enam hari sebelum meninggalnya Anang Fahrudin Lubis, ada perawat yang juga gugur akibat Covid-19 yakni Nurul Hasanah. Dia juga merupakan perawat puskesmas yang bekerja Manding, Sumenep.

Hingga saat ini, jumlah perawat di Jatim yang meninggal akibat Covid-19 menjadi 29 orang. Sementara perawat yang dinyatakan positif Covid-19 dan menjalani pengobatan maupun isolasi mandiri mencapai 1.014 orang.


Editor : Umaya Khusniah