Perawat dan Kades di Blitar Positif Covid-19, Kantor Desa dan Puskesmas Ditutup Sementara

Robby Ridwan ยท Jumat, 03 Juli 2020 - 13:50 WIB
Perawat dan Kades di Blitar Positif Covid-19, Kantor Desa dan Puskesmas Ditutup Sementara
Puskesmas Selopuro, Blitar ditutup sementara akibat ada perawat yang positif Covid-19. (Foto: iNews/Robby Ridwan)

BLITAR, iNews.id - Kantor desa dan puskesmas di Blitar, Jawa Timur (Jatim) terpaksa ditutup sementara. Penutupan menyusul kepala desa dan seorang perawat puskesmas terkonfirmasi positif Covid-19.

Penutupan ini terjadi di Desa Selopuro, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar. Seluruh pelayanan kesehatan di puskesmas mulai dari unit gawat darurat hingga persalinan, dihentikan sejak 30 Juni sampai 6 Juli 2020.

Tindakan itu diambil setelah seorang petugas medis yang bertugas di puskesmas itu dinyatakan positif Covid-19. Selain menutup pelayanan, Tim Gugus Tugas juga telah melakukan tes cepat Covid-19 kepada seluruh petugas medis yang bertugas di Puskesmas Selopuro.

Selanjutnya, para petugas puskesmas ini diimbau untuk isolasi mandiri selama 14 hari.

Akibat penutupan tersebut, bannyak warga harus putar balik saat akan berobat ke puskesmas. Selama penutupan puskesmas, pelayanan kesehatan dialihkan ke rumah sakit terdekat.

Salah satu warga, Siti Kalimah mengatakan, awalnya dia mau memeriksakan kondisi kesehatan di puskesmas tersebut. Namun karena tutup, dia terpaksa beralih ke tempat lain.

"Di masa pandemi saya ingin memeriksakan diri, sekalian mau cari informasi mengapa puskesmas tutup," katanya, Jumat (3/7/2020).

Sementara Jubir Gugus Tugas Covid-19 Blitar, Krisna Yekti mengatakan pihaknya mengadakan rapid test massal kepada para tenaga kesehatan dan muspika setempat. Bagi yang hasilnya reaktif, maka langsung menjalani swab test. '

"Hasilnya, ada dua orang yang positif. Pertama tenaga puskesmas dan kepala desa. Sehingga kantor yang bersangkutan di-lockdown," katanya, Jumat (3/7/2020).

Hingga saat ini, dari 31 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Blitar, sembilan di antaranya ASN di pemerintah kabupaten. Dari para ASN tersebut, tiga di antaranya dalam perawatan, satu meninggal dunia dan sisanya sembuh.


Editor : Umaya Khusniah