Perajin Batik di Tuban Alih Profesi Jadi Pembuat Masker, Banjir Orderan dari Luar Kota

Pipiet Wibawanto ยท Jumat, 10 April 2020 - 11:09 WIB
Perajin Batik di Tuban Alih Profesi Jadi Pembuat Masker, Banjir Orderan dari Luar Kota
Perajin masker batik di Tuban kebanjiran order. (Foto: iNews/Pipiet Wibawanto)

TUBAN, iNews.idPerajin batik di Tuban, Jawa Timur (Jatim) kini mulai beralih membuat masker sejak wabah corona. Masker motif batik tulis gedhok ini dibuat dari sisa kain batik yang sebelumnya dijadikan pakaian. Belum sebulan beroperasi, perajin malah kebanjiran order.

Salah satu perajin batik di Desa Margorejo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Deni Maiyana (29). Order masker batik yang datang dari berbagai kota membuatnya kewalahan. Akhirnya, dia menggandeng warga untuk membatu memenuhi orderan masker.

“Awalnya orderan sepi sejak corona dan masker langka. Makanya saya coba manfaatkan kain sisa potongan batik untuk dibuat masker,” katanya.

Tak disangka, masker buatan Rumah Jahit Raysthavira ini justru laris di pasaran. Orderan dari berbagai kota datang dan minta dikirim masker tepat waktu.

Kini Deni mempekerjakan sembilan karyawan. Dalam sehari, dia mampu memproduksi hingga 500 masker. Jadi meski order baju batik sepi, karyawan tetap mendapat pemasukan.

Masker yang dibuat terdiri atas dua model. Yang pertama, yang dapat dimasuk tisu sebagai tambahan filter. Model ke dua yakni makser biasa.

Harga masker per batik lusinnya yakni Rp90.000 hingga Rp100.000 tergantung jenis dan jumlah pesanan. Sementara harga ecerannya Rp10.000 per maskernya.

Salah satu pembeli masker asal Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Junaedi mengaku masker batik ini laris lantaran masker di apotek sudah langka. Masker batik ini, selain untuk dipakai sendiri, jua untuk dijual kembali.

“Masker umumnya itu langka, kebetulan ini ada motif batik, jadi saya tertarik untuk membelinya,” katanya.


Editor : Umaya Khusniah