get app
inews
Aa Text
Read Next : Nikmati Sensasi Makan Sepuasnya di Buffetlicious Aston Emidary Bangka!

Pepes Gurame Asam Pedas yang Selalu Menggoda di Bumi Proklamator

Senin, 30 Juli 2018 - 01:55:00 WIB
Pepes Gurame Asam Pedas yang Selalu Menggoda di Bumi Proklamator
Menu gurame pepes asam pedas di Kota Blitar, Jawa Timur. Selain bakar dan goreng, kuliner gurami pepes juga banyak disukai masyarakat. (Koran Sindo/Solichan Arif)

BLITAR, iNews.id - Begitu lidi yang menusuk daun pisang dicabut, aroma gurih daging ikan gurame seketika merebak. Harum rempah dan wangi kemangi saling bertubrukan, meletupkan godaan untuk segera bersantap.

Bagi Anda yang kebetulan singgah di Blitar, Jawa Timur, jangan lewatkan menu satu ini, pepes ikan gurame asam pedas. Sepintas, olahan ini tak ada bedanya dengan pepes ikan lainnya. Namun, tetap saja ada rasa istimewa yang sulit dilupakan.  

Di atas permukaan daging gurame bertebaran irisan tomat, arsiran bawang putih dan merah, serta rajangan lembut cabe rawit. Seruas jahe juga tergolek untuk mengusir amis ketika ikan ditanak.  

"Dengan irisan berbagai bumbu itu kuah yang sudah pedas menjadi semakin pedas, "tutur Itul, 35 pemilik depot Bambu Kuning di Jalan Raya TGP Kota Blitar, persisnya di seberang Jalan Bank BTPN, Minggu (29/7/2018). Cabe rawit menjadi sumber utama  pedas.

Itul sengaja tidak melibatkan merica sebagai bumbu. Dia khawatir rempah itu justru mengubah rasa. Bagaimana pun, kata dia, pedas lada dan cabe tidak sama. "Intinya kalau ingin pedas kuat ya cabenya diperbanyak," ujarnya. Untuk kuning kuah, ibu tiga anak itu cukup mengandalkan pewarna kunyit. Tidak banyak, cukup sejari.


Bumbu kuah pepes gurame pedas secara keseluruhan ditopang oleh bawang merah, daun salam, sereh,  kunyit dan garam. Untuk rasa masam menggunakan cairan cuka. Namun ada juga yang menyukai asam blimbing wuluh, daun asam atau kedondong. Bagaimana dengan ikan guramenya?

Itul mengaku cukup dikukus. Namun sebelumnya, gurame lebih dulu dilumuri garam dan cuka di bagian luar dan dalam. Setelah itu dibiarkan selama lebih 6 jam agar benar-benar meresap dan bau amis tak bersisa. "Pengukusan cukup 15 menit karena sudah matang. Ini juga dengan pertimbangan pengunjung tidak terlalu lama menunggu," ujarnya.

Usaha kuliner gurame ini sudah berjalan lima tahun. Tidak hanya di Bumi Proklamator alias Kota Blitar, kuliner Bambu Kuning juga dapat ditemui di Desa Kuningan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar.

Buka setiap hari pukul 11.00- 20.00 WIB, pengunjung kerap antre untuk mendapatkan. Per porsi pepes gurame asam pedas ini dihargai mulai Rp20.000 hingga Rp49.000 tergantung ukuran.

Meski pepes dan gurame bakar menjadi menjadi menu andalan, Bambu Kuning juga menyediakan varian lain, di antaranya gurame goreng asam manis, gurame acar kuning, ayam bakar dan ayam goreng.

Editor: Zen Teguh

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut