Penyerangan Anggota Polsek Wonokromo, Polisi: Pelaku Belajar dari Internet

Hari Tambayong ยท Minggu, 18 Agustus 2019 - 16:19 WIB
Penyerangan Anggota Polsek Wonokromo, Polisi: Pelaku Belajar dari Internet
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera. (Foto: iNews.id/Hari Tambayong)

SURABAYA, iNews.id – Pelaku penyerangan anggota SPKT Mapolsek Wonokromo Surabaya, Imam Mustofa masih diperiksa intensif tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Polisi juga sudah mengamakan sejumlah barang bukti di antaranya celurit, pisau pengabisan, ketapel, kelereng, serta barang bukti lain yang ditemukan di tas pelaku.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Barung Mangera mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara pelaku belajar otodidak melalui internet untuk melakukan amaliah radikalnya. “Pelaku ini mengaplikasikan apa yang dia pelajari di media sosial dengan melakukan amaliah radikalnya,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Minggu (18/8/2019).

Menurut Barung, pelaku yang tercatat sebagai alumni pondok pesantren di Prenduan, Sumenep, Madura ini juga terindikasi kuat terpapar paham radikal.

Indikasi tersebut diketahui dari buku-buku berisi ajaran jihad yang ditemukan polisi pada tas ransel pelaku. Tak hanya itu, pelaku juga diduga berafiliasi dengan ISIS.

Barung mengatakan, ajaran Islam radikal ini juga didapat pelaku dari internet. Selama ini, yang bersangkutan kerap membaca literatur tentang ajaran jihad. "Dia mengaku berguru di Internet, melalui konten-konten yang diajarkan seorang ustaz," ujar dia.

Menurut Barung, sementara ini pelaku melakukan aksinya secara perorangan tidak terkait dengan kelompok atau organisasi tertentu. “Sementara ini dia (pelaku) melakukannya secara perorangan,” ucapnya.

Barung mengatakan, kasus penyerangan terhadap anggota Polsek Wonokromo ini sudah diserahkan sepenuhnya ke Densus 88 Antiteror Mabes Polri. “Soal afiliasi ke jamaah tertentu itu porsinya tim Densus ya. Saat ini, tim Densus masih memeriksa pelaku di suatu tempat,” katanya.

Diketahui, pelaku Imam Mustofa (30), warga Kabupaten Sumenep Madura, Jawa Timur (Jatim), menyerang anggota SPKT Polsek Wonokromo pada Sabtu (17/8/2019). Peristiwa itu mengakibatkan dua anggota mengalami luka-luka.

Dari rekaman CCTV diketahui, sebelum menyerang anggota SPKT Polsek Wonokromo, tampak pelaku awalnya duduk dan berpura-pura membuat laporan yang diterima Aiptu Agus Sumarsono.

Sejurus kemudian tangannya membuka tas yang dibawanya dan langsung berdiri dengan memegang parang. Dia mengayunkan parang untuk menebas ke arah leher. Aiptu Agus refleks mundur dan menghindar.

Pelaku Imam Mustofa selanjutnya berdiri dan melompat meja yang memisahkan mereka. Dia secara brutal kembali menyerang dengan parang. Terlihat setidaknya ada lima kali sabetan yang diarahkan namun Aiptu Agus tak gentar. Dalam rekaman CCTV dia tampak tak mundur sedikit pun, namun berupaya melumpuhkan pelaku yang memegang senjata tajam.

Keduanya bergelut dalam jarak dekat hingga akhirnya Aiptu Agus mampu menjatuhkan pelaku. Tak lama dua rekan polisi lainnya datang.

Aiptu Agus kemudian merebut parang dan mendirikan pelaku dengan merangkulnya. Tak disangka, ternyata dari balik pakaiannya, pelaku masih menyimpan clurit. Dia kembali mencabut dan kembali menyerang Aiptu Agus.

Tak menyadari adanya senjata lain, Aiptu Agus terkena beberapa tebasan pelaku secara brutal. Pelaku berhasil melepaskan diri dan naik ke meja kemudian melompat menyerang anggota lainnya Briptu Henri.


Editor : Kastolani Marzuki