Penuhi Syarat Venue Piala Dunia U-20, Pemkot Surabaya Siapkan 5 Lapangan Penunjang
SURABAYA, iNews.id - Pemkot Surabaya bergerak cepat memenuhi persyaratan venue Piala Dunia U-20 2021. Persyaratan tersebut antara lain, lapangan penunjang sebagai tempat latihan serta akses memadai menuju stadion (venue utama).
Sesuai standar internasional yang ditetapkan FIFA, setiap venue harus menyiapkan lima lapangan latihan dan akses memadai menuju stadion. Nah, persyaratan inilah yang sedang disiapkan Pemkot Surabaya.
"Ada enam alternatif yang sudah kami siapkan untuk memenuhi lima lapangan tersebut. Di antaranya, lapangan Gelora Putra Lakarsantri, Karanggayam, Gelora 10 November, kemudian kemungkinan Lapangan Made dan dua lagi yang akan kami bangun di Gelora Bung Tomo (GBT),” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi, Minggu (27/10/2019).
Eri menjelaskan, dari sejumlah lapangan alternatif tersebut, yang sudah siap yakni adalah Lapangan Lakarsantri dan Gelora 10 November.
"Karena sudah ada dua yang siap, berarti kurang tiga lagi. Ini segera kami siapkan," katanya, seusai melakukan survei lokasi.
Menurunya, survei dilakukan pada hampir semua titik.Nantinya lapangan untuk latihan ini akan dilengkapi fasilitas standar internasional. Yakni, rumput khusus, kamar ganti, toilet, bench dan lampu dengan daya minimal 800 watt.
Tak hanya itu, pemkot juga menyiapkan akses baru menuju GBT yang akan disambungkan melalui Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB). Nantinya, JLLB tersambung dengan jembatan layang yang kini sedang dibangun Pelindo III dari Tol Surabaya-Gresik menuju Terminal Teluk Lamong.
"Jadi nanti akan ada tiga akses jalan menuju GBT. Yakni lewat pakal, jalan di bawah Tol Surabaya-Gresik dan jalan layang Pelindo yang tersambung ke JLLB," ucapnya.
Sementara menyangkut kebutuhan lahan untuk akses jalan dari JLLB ke GBT, Eri menilai relatif lebih mudah karena hanya perlu membebaskan empat persil lahan.
"Dari empat persil itu satu milik warga sedangkan tiga lainnya punya investor. Investor nanti akan kami untuk menanyakan kesediaan mereka memberikan lahan untuk dijadikan fasilitas umum (fasum)," katanya.
Eri menambahkan, untuk pengerjaan akses jalan dan lapangan latihan akan dilakukan secara paralel.
"APBD kan disahkan 10 November, maka lelang bisa langsung jalan. Januari akhir Insya Allah sudah dikerjakan. Kami targetkan Oktober atau November tahun depan semua sudah rampung," tuturnya.
Sementara itu, untuk mengantisipasi bau tak sedap cuaca panas, pemkot menyiapan buffer zone yang akan menjadi benteng pepohonan antara Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo dan GBT. Tujuannya agar aroma menyengat TPA dapat diredam pepohonan.
Selain itu juga akan ada pohon peneduh yang ditanam di sekitar lapangan latihan.
"Biar para pemain dunia yang datang tidak terlalu kepanasan di Surabaya. Ini sudah menjadi instruksi ibu wali kota (Tri Rismaharini),” ujar Eri.
Editor: Donald Karouw