Pengunjung Lapas Mojokerto Selundupkan Pil Koplo di Dalam Sayur Lodeh

Sindonews ยท Minggu, 12 Januari 2020 - 17:12 WIB
Pengunjung Lapas Mojokerto Selundupkan Pil Koplo di Dalam Sayur Lodeh
Petugas lapas Mojokerto gagalkan peredaran pil koplo ke dalam sayur lodeh (Istimewa)

MOJOKERTO, iNews.id - Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mojokerto, Jawa Timur, menggagalkan peredaran 400 butir pil koplo. Barang haram tersebut diselundupkan dengan cara dicampur ke dalam sayur lodeh tahu.

Kepala Pengamanan Lapas Mojokerto, Disri Wulan Agus mengatakan, sayur lodeh pil koplo itu dikirimkan oleh pengunjung untuk salah satu narapidana.

"Kami menemukannya saat menggeledah dan memeriksa barang-barang yang dikirim oleh pengunjung bagi salah satu narapidana di dalam lapas," kata Disri, Minggu (12/11/2020).

Disri menambahkan, penggagalan ini dilakukan pada Sabtu lalu (11/1/2020) sekitar pukul 09.30 WIB, saat Disri dan anak buahnya melakukan pemeriksaan barang milik pengunjung. Berdasarkan standart operasional prosedur (SOP), sebelum diserahkan ke narapinda, barang-barang itu harus diperiksa satu persatu.

BACA JUGA: Ayah di Jember Telanjangi dan Kurung Anak di Kandang Ayam, Tangan-Kaki Diborgol

"Ini merupakan pelaksanaan SOP untuk mencegahnya masuknya barang-barang terlarang dan berbahaya ke dalam lapas," kata dia.

Disri menambahkan, sayur lodeh pil koplo itu dibawa oleh pengunjung berinisial N. Nantinya, barang itu akan diberikan kepada narapidana kasus narkoba berinisial KA.

"Pil Koplo tersebut kami temukan di dalam tahu yang telah diolah dan dimasukkan ke dalam sayur lodeh yang terbungkus kantong plastik," tuturnya.

Setelah ditemukan Pil Koplo tersebut, Disri serja jajaran pengamanan menindaklanjuti dengan penggeledahan kamar dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Mojokerto.

“Kami sudah menyerahkan kasus ini kePolres Mojokerto dan menyerahkan data dari si pengunjung pembawa sayur lodeh. Sedangkan narapidana yang terkait sudah kami BAP dan kami masukkan ke register F (register untuk narapidana pelanggaran)" kata dia.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto