Pengiriman Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal Digagalkan Petugas di Malang

Antara ยท Selasa, 25 Februari 2020 - 19:50 WIB
Pengiriman Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal Digagalkan Petugas di Malang
Ratusan ribu rokok ilegal di Malang, Jatim. (Foto: Antara)

MALANG, iNews.id – Pengiriman ratusan ribu rokok ilegal dari Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim) berhasil digagalkan petugas dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Malang. Rokok-rokok ini belum lunas cukai dan tidak dilengkapi dokumen lengkap.

Kepala Kantor Bea Cukai Malang, Latif Helmi mengatakan, petugas yang terjun dalam operasi itu mengamankan kurang lebih 10 karton atau kurang lebih 256.750 batang rokok yang belum melunasi cukai. "Dari hasil operasi tersebut, kerugian negara ditaksir mencapai Rp116,8 juta," kata Latif di Kota Malang, Selasa (25/2/2020).

Penangkapan itu dilakukan di Jalan Raya Ketawang, Dusun Krajan, Desa Ketawang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Selain belum melunasi cukai, rokok illegal ini juga tidak dilengkapi dokumen cukai resmi.

Penghentian pengiriman rokok ilegal tersebut bermula dari informasi masyarakat yang diterima oleh petugas Bea Cukai Malang. Informasinya, akan ada pengiriman rokok ilegal di wilayah Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Petugas yang menerima informasi ini lantas menuju titik yang akan dilalui oleh kendaraan yang dicurigai membawa muatan ilegal tersebut. Setelah menunggu beberapa jam, kendaraan berwarna biru metalik tua yang dicurigai memuat rokok illegal, dihentikan petugas.

Kasus ini masih dalam tahap penelitian lebih lanjut untuk mengungkap jaringan yang lebih besar. Dia berharap masyarakat bisa terus memberikan informasi kepada pihak Bea Cukai, khususnya terkait dengan peredaran rokok ilegal di wilayah Malang.

"Diharapkan peredaran rokok ilegal di wilayah Malang Raya terus menurun dan sesuai target dari Menteri Keuangan," kata Latif.

Sebelumnya, pada tahun 2020, Kementerian Keuangan menargetkan untuk menekan peredaran rokok ilegal hingga satu persen. Peredaran rokok ilegal kian marak terlebih setelah Kementerian Keuangan menaikkan cukai tembakau sebesar 21,55 persen di awal Januari 2020.


Editor : Umaya Khusniah