Pendeta Hanny Layantara Divonis 10 Tahun, Ini Tanggapan Keluarga Korban

Lukman Hakim ยท Senin, 21 September 2020 - 16:32 WIB
Pendeta Hanny Layantara Divonis 10 Tahun, Ini Tanggapan Keluarga Korban
Juru bicara korban pencabulan Pendeta Hanny Layantara, Bethania. (Foto: iNews.id/Ihya Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Keluarga IW, korban pencabulan pendeta Hanny Layantara mengaku puas atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Vonis 10 tahun dinilai cukup melegakan, meski sanksi tersebut belum sebanding dengan trauma yang dialami korban.

“Kita sih berharap ada tambahan hukuman kebiri. Tapi nyatanya kan tidak. Kejahatan yang dilakukan oleh terdakwa, tidak bisa dibayar dengan apa pun,” kata juru bicara keluarga korban, Bethania Thenu, Senin (21/9/2020).

Bethania menyebjut, akibat perbuatan cabul terdakwa, masa depan korban menjadi hancur. Perlahan korban berupaya bangkit, meski butuh waktu bertahun-tahun.

“Saya tidak tahu, dia (korban) bisa bangkit atau tidak. Dia (korban) diperlakukan (cabul) sejak berusia 13 tahun. Dia (korban) mendapat ancaman dan paksaan dari terdakwa yang tak lain ayah rohaninya sendiri,” ujarnya.

Betania mengatakan, putusan hakim sudah mengedepankan hak-hak anak. Putusan 10 tahun penjara tersebut menunjukkan bahwa siapapun dan dengan latar belakang apapun akan berhadapan dengan hukum ketika melakukan tindak kekerasan terhadap anak.

“Saat ini kondisi kejiwaan korban (IW) masih belum stabil dan masih sering mengalami mimpi buruk. Kami juga terus melakukan pendampingan dan bimbingan psikologi,” ujarnya.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menjatuhkan vonis 10 tahun penjara kepada pendeta Hanny Layantara. Hanny terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan perbuatan cabul terhadap korban IW.

“Menjatuhkan kepada terdakwa Hanny Layantara pidana penjara selama 10 tahun,” kata Hakim Ketua Yohanis saat membacakan vonis di Ruang Cakra PN Surabaya, Senin (21/9/2020).

Informasi yang dihimpun, tindakan pencabulan dilakukan Hanny sejak tahun 2008 hingga tahun 2011. Aksi pencabulan dilakukan pendeta Hanny Layantara di lantai 4 ruang kerja Hanny, di Gereja HFC Jalan Embong Sawo Kota Surabaya.


Editor : Ihya Ulumuddin