Penangkapan Terduga Teroris di Blitar, Keluarga Merasa Terpukul dan Sedih

Antara ยท Minggu, 25 Agustus 2019 - 01:01 WIB
Penangkapan Terduga Teroris di Blitar, Keluarga Merasa Terpukul dan Sedih
Ilustrasi penangkapan teroris. (Foto: Istimewa)

BLITAR, iNews.id – Keluarga terduga teroris di Blitar berinisial SU (53) yang diamankan Densus 88 mengaku terpukul dan sedih dengan penangkapan tersebut. Mereka berharap secepatnya SU bisa kembali bersama keluarga.

Hal ini diutarakan A, istri dari SU (53), warga Kelurahan Beru, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Apalagi mengingat mereka mempunyai tiga anak yang masih kecil usia dan masih duduk di sekolah dasar.

A menceritakan, usai suaminya ditangkap, petugas datang menggeledah seisi rumah. Mereka menyita senjata tajam berupa celurit dan ruyung doubel stik. Selain itu, petugas juga membawa beberapa kardus buku jihad termasuk ponsel.

"Dulu saya pernah ingatkan tapi tidak dituruti. Ponsel saya, milik suami serta anak juga dibawa," kata A kepada wartawan di Blitar, Sabtu (24/8/2019).

Menurutnya, selama ini suaminya bekerja di sebuah apotik di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Dia tidak percaya jika pendamping hidupnya terlibat dalam jaringan teroris.

Diketahui, selain menangka SU, Densus 88 juga menggeledah rumah KU (48), warga Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar. Dia bekerja di laundry dan ditangkap pada Jumat (23/8/2019) pukul 15.52 WIB.

Di dalam rumah yang bersangkutan, tim menyita busur serta sejumlah anak panah. Selain itu, juga terdapat ponsel.

"Itu (busur dan anak panah) dibawa polisi. Ada juga ponsel yang dibawa sama petugas," kata Susilo Iswanu, seorang perangkat kelurahan setempat.

Dia mengakui jika diminta ikut mendampingi proses penggeledahan di rumah KU. Sebelumnya, dia sempat melihat ada empat mobil parkir di luar rumah KU dan empat petugas masuk rumah.

Menurutnya, KU merupakan warga pendatang asal Kediri. Dari keterangan yang sempat dia dapat dulu, KU diminta untuk merawat rumah tersebut karena tidak dipakai. Rumah itu merupakan bekas tempat praktik dokter.

Terkait dengan aktivitas sehari-hari, Susilo mengatakan KU sosok yang tertutup. Namun, sesekali KU keluar rumah untuk beribadah di musala dekat tempat tinggal mereka.

Selama ini, di keluarga itu membuat usaha laundry. Di rumah itu, KU tinggal bersama istri serta tiga orang anaknya.

Dia cukup kaget dengan kejadian penangkapan tersebut. Namun, semuanya diserahkan ke aparat yang lebih mengerti.

"Satu bulan sekali saya selalu datang ke rumahnya mengantar undangan perkumpulan RT," katanya.

Sementara di rumah JO (47), warga Jalan Riam Kiri, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar, tampak cenderung tertutup dan sepi. JO merupakan seorang yang bekerja di sebuah BPR di Kota Blitar dan turut ditangkap pada Jumat (23/8/2019) pukul 20.30 WIB.

Sementara itu, sebelumnya Kapolres Blitar AKBP Anisullah M Ridho membenarkan terkait penangkapan tiga terduga teroris di wilayah Blitar oleh Densus 88 Antiteror.

"Memang benar Polres Blitar telah membantu back up giat penindakan yang dilakukan Tim Densus Mabes Polri mengamankan terduga teroris di wilayah Blitar," kata Kapolres.

Saat ini, ketiga orang tersebut masih dimintai keterangan. Setelah dari Polres Blitar, mereka dibawa ke Polda Jatim untuk pemeriksaan lebih lanjut.


Editor : Donald Karouw