Penambang Belerang Tewas Terseret Gelombang Air Kawah Ijen

Eris Utomo ยท Sabtu, 30 Mei 2020 - 16:38:00 WIB
Penambang Belerang Tewas Terseret Gelombang Air Kawah Ijen
Korban tewas akibat terseret gelombang kawah ijen saat dievakuasi ke rumah duka, Sabtu (30/5/2020).(Foto: iNews/Eris Utiomo)

BANYUWANGI, iNews.id – Penambang belerang ditemukan tewas di pinggir kawah Ijen dengan posisi telungkup di dalam air, sekitar 150 meter dari dapur sulfur, Sabtu (30/5/2020). Korban diketahui bernama Andi (35) warga Dusun Jambu, Desa Licin, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwungi.

Belum diketahui penyebab tewasnya penambang tersebut. Keterangan rekan korban, Muhammad Arifin, Andi tewas karena terseret air danau kawah pada Jumat (29/5/2020). Saat itu, air kawah tiba-tiba bergelombang dan menyeret korban di sekitar lokasi.

Selain terseret gelombang air kawan, korban diduga juga menghirup gas solfatara beracun yang keluar dari dasar kawah sehingga kehabisan oksigen.

“Saya tidak tahu persis kejadiannya. Begitu saja lihat, korban sudah tewas tengkurap di air,” kata Arifin, Sabtu (30/5/2020).

Proses evakuasi korban sempat menuai kendala. Bahkan Tim SAR yang turun ke lokasi juga kesulitan melakukan evakuasi. Sebab, kondisi tebing kawah cukup curam dan labil. Satu-satunya jalan, harus berenang melalui danau Kawah Ijen.

“Saya sempat dilarang oleh Tim SAR. Tetapi saya tidak berpikir panjang dan langsung saja masuk ke kawah dengan berenang. Saya sempat kesulitan sebab kawah cukup dalam. Tetapi, alhamdulillah bisa,” ucapnya.

Siang tadi korban berhasil dievakuasi dan diantarkan ke rumah duka. Tangis keluarga langsung pecah begitu jenazah sampai.

Sementara itu, pascainsiden ini lokasi kawah ditutup untuk umum. Kebijakan ini dibuat untuk mengantisipasi terjadinya gelombang tinggi air danau secara tiba-tiba, termasuk hembusan gas sulfatara beracun yang berbahaya.


Editor : Ihya Ulumuddin