Pemulung di Jombang Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Rumah, Kaki Jenazah Menyembul Keluar

Mukhtar Bagus ยท Jumat, 14 Februari 2020 - 18:33 WIB
Pemulung di Jombang Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Rumah, Kaki Jenazah Menyembul Keluar
Lokasi penemuan mayat di halaman belakang rumah korban di Jombang, Jatim. (Foto: iNews/Mukhtar Bagus)

JOMBANG, iNews.id - Seorang pria di Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim) ditemukan tewas terkubur di halaman belakang rumah. Jasad korban ditemukan warga setelah kakinya terlihat menjulur keluar dari dalam tanah.

Wakhid (80), warga Desa Gajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, sehari-hari diketahui bekerja sebagai pemulung. Sontak, penemuan mayat korban ini memnghebohkan warga sekitar.

Penemuan mayat ini bermula dari kecurigaan warga yang tidak dapat menemukan korban. Selama beberapa hari, mereka berusaha mencari keberadaan korban.

Namun saat melihat di belakang rumah korban, warga mendapati gundukan tanah. Setelah diperiksa, dari gundukan tanah tersebut tampak kaki korban yang terjulur keluar.

Penemuan mayat ini segera dilaporkan kepada perangkat desa yang diteruskan ke polisi. Gundukan tanah tersebut digali dan jenazah dibawa ke RSUD Jombang.

Kapolsek Ngoro, AKP Lely Bachtiar menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban diduga sudah meninggal dunia sejak tiga hari lalu. Dari hasil olah TKP, selama ini korban hanya tinggal berdua dalam rumah bersama Suyono (35), keponakan korban yang mengidap gangguan jiwa.

“Korban ditemukan sudah terkubur di belakang rumah,” katanya Kamis (13/2/2020).

Namun menurut keterangan Suyono, korban meninggal dunia tiga hari lalu saat tidur di atas sofa di dalam rumah. Begitu mengetahui paman meninggal dunia, Suyono tidak memberitahu warga sekitar tetapi langsung menyeret jenazah korban ke halaman belakang rumah dan menguburnya sendiri.

“Keponakan korban, meski mengalami ganggua jiwa, namun bisa diajak komunikasi dan mengatakan korban meninggal dan dikubur di belakang rumah,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, polisi memastikan tidak ada unsur kekerasan di tubuh korban hingga menyebabnya meninggal dunia. Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sebuah cetok (alat pertukangan) yang dipakai Suyono menggali tanah untuk mengubur jasad korban.

Namun untuk memastikan, polisi membawa jasad korban ke RSUD Jombang untuk diautopsi.


Editor : Umaya Khusniah