Pemprov Jatim Semprotkan Disinfektan Kepada Ratusan Ojol di Surabaya

Ihya Ulumuddin ยท Minggu, 22 Maret 2020 - 13:58 WIB
Pemprov Jatim Semprotkan Disinfektan Kepada Ratusan Ojol di Surabaya
Pengemudi ojek online di Surabaya, Minggu (22/3/2020) (Foto: iNews/Ihya)

SURABAYA, iNews.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) melakukan penyemprotan disifektan kepada ratusan pengemudi ojek online (Ojol), Minggu (22/3/2020). Upaya ini dilakukan agar para ojol bebas dari paparan virus korona (Covid-19).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, sterilisasi untuk para ojol ini dilakukan di tiga titik berbeda. Masing-masing di depan Kantor Dinas Perhubungan Jalan Ahmad Yani, Tugu Pahlawan, serta depan Gedung Negara Grahadi (Jalan Gubernur Suryo).

“Ihtiar ini sudah kami lakukan sejak tiga hari lalu. Kalau untuk transportasi umum sudah sejak Senin (16/3/2020) lalu. Di seluruh termininal tipe-B (16 terminal) yang ada dibawah koordinasi Pemprov Jatim sudah kami semprot disinvektan, ruang tunggu hingga tempat duduk penumpang,” kata Khofifah usai memimpin penyemprotan disinfektan di depan Grahadi.

Khofifah mengatakan, dalam beberapa hari ke depan penyemprotan disinfektan juga akan terus dilakukan di tempat berbeda, termasuk di lima badan koordinasi wilayah (Bakorwil) di seluruh Jawa Timur. “Di bakorwil, kami ingin menyasar fasum dan fasosnya,” ujarnya.

Menurut Khofifah, semua ihtiar pencegahan virus korona harus dilakukan secara komperhensif, baik secara kelembagaan maupun personel. Pasalnya, dinamika penyebaran virus korona luar biasa cesar. “Sekarang anak muda sehat, bisa saja besok terpapar. Maka, ihtiar (pencegahan) harus dilakukan,” katanya.

Sementara itu, hingga hari ini, total pasien posotif korona di Jatim bertambah menjadi 26 orang. Ada tambahan 11 orang. “Kalau kemarin 15 orang, hari ini bertambah 11 lagi, total yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19 ada 26 orang,” kata Khofifah.

Khofifah menyebut penambahan pasien paling banyak terjadi di Surabaya, yakni sebanyak 20 orang. Sebelumnya pasien positif korona di Surabaya hanya 13 orang.

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) juga meningkat tajam dari jumlah sebelumnya. Pasien dengan status PDP sebanyak 79 orang dan 793 ODP. Rinciannya, Surabaya 110 ODP dan 13 PDP, Sidoarjo 13 ODP dan 11 PDP, Magetan 6 ODP dan 5 PDP, Kabupaten Malang 17 ODP dan 5 PDP, Kota Malang 73 ODP, dan sejumlah daerah lainnya.


Editor : Muhammad Fida Ul Haq