Pemkot Surabaya Tambah 130 Ruang Isolasi untuk ODP dan PDP Corona

Ihya Ulumuddin ยท Rabu, 25 Maret 2020 - 17:14 WIB
Pemkot Surabaya Tambah 130 Ruang Isolasi untuk ODP dan PDP Corona
Pemkot Surabaya masif melakukan penyemprotan disinfektan, pembagian hand sanitizer gratis, dan pemasangan bilik sterilisasi, untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.idPemkot Surabaya menyiapkan ruang isolasi bagi Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19, masing-masing 100 dan 30 ruang. Fasilitas ini disiapkan menyusul terus bertambahnya ODP dan PDP di ibu kota Provinsi Jawa Timur (Jatim).

“Kalau kemarin kita hanya menyiapkan ruang isolasi bagi ODP, tapi sekarang kita siapkan juga ruang isolasi bagi PDP. Sebanyak 100 ruang isolasi bagi ODP dan 30 ruang isolasi bagi PDP. Ini gedungnya beda, bukan satu lokasi,” kata Koordinator Protokol Kesehatan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita, Rabu (25/03/2020).

Feny, sapaan Febria Rachmanita mengatakan, 130 ruang isolasi itu sudah siap semuanya. Petugas tinggal menambahi beberapa fasilitas di dalamnya. Dia juga memastikan tim medis sudah dipersiapkan untuk merawat warga yang akan diisolasi itu. “Jadi, kita sudah persiapkan semuanya,” katanya.

Selain ruang isolasi yang disiapkan pemkot, Feny menjelaskan sekitar 15 rumah sakit rujukan di Surabaya juga menyiapkan ruang isolasi khusus. Masing-masing rumah sakit memiliki satu hingga dua ruang isolasi dan ruang isolasi ini hanya dikhususkan bagi PDP.

“Paling banyak (ruang isolasi) berada RSU dr Soetomo Surabaya ada delapan. Kalau di RSUD BDH (Bhakti Dharma Husada) Surabaya ada satu, sedangkan RSUD Soewandhie ada dua. Tetapi kemarin RSUD Soewandhie direnovasi, jadi selesainya minggu depan,” katanya.

Sebenarnya, lanjut Feny, ODP bisa melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Hal ini sesuai dengan protokol yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Pasien positif Covid-19, namun tidak ada gejala seperti demam dan sesak nafas, memang diwajibkan isolasi mandiri di dalam rumah selama 14 hari.

“Yang dikirim (untuk isolasi) ke rumah sakit dan ruang isolasi kami hanya yang ada sesaknya. Baik itu sesak ringan atau sesak berat,” katanya.

Menurutnya, jika ODP patuh terhadap isolasi mandiri yang telah ditetapkan oleh Kemenkes, dia optimistis semua bisa aman. Namun, dia juga memastikan, petugas kesehatan dari Puskesmas tetap melakukan pemantauan kepada ODP tersebut selama 14 hari ke depan.

“Tetap dilakukan pantauan 14 hari dari Puskesmas. Puskesmas setiap pagi melihat kondisinya, kemudian itu nanti sampai 14 hari lewat, artinya sampai hilang virusnya,” katanya.

Feny juga menjelaskan, pihaknya nanti akan dibantu oleh tim dokter Pinere (Penyakit Infeksi Emerging dan Re-Emerging). Mereka nantinya yang akan menentukan apakah ODP tersebut diisolasi di ruang isolasi milik pemkot, di rumah sakit, atau bahkan cukup isolasi mandiri di rumah.

“Jadi, Tim Pinere ini nanti akan merekomendasikan kapan pasien isolasi mandiri, kapan isolasi di ruang isolasi milik pemkot,” katanya.

Saat ini, Pemkot Surabaya juga masif melakukan penyemprotan disinfektan, pembagian hand sanitizer gratis, dan pemasangan bilik sterilisasi, untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.


Editor : Maria Christina