Pembunuhan Takmir Masjid di Gresik Terungkap, Pelaku Anak Tiri Korban

Sindonews.com, Ashadi Iksan ยท Rabu, 22 Juli 2020 - 21:27 WIB
Pembunuhan Takmir Masjid di Gresik Terungkap, Pelaku Anak Tiri Korban
Pelaku pembunuhan takmir masjid di Gresik merupakan anak tiri korban. (Foto: SINDOnews/Ashadi Iksan)

GRESIK, iNews.id – Aparat Polres Gresik, Jawa Timur (Jatim) berhasil mengungkap kasus kematian seorang takmir Masjid Desa Serah, Kecamatan Panceng, kabupaten setempat. Pelaku merupakan anak tiri korban.

M Mas’udi Hidayatullah alias Dayat tega membunuh Askuri (76) dengan cara dipukul dan didorong hingga korban tersungkur. Kepala korban terbentur lantai.

Kepada polisi, pelaku kesal karena ibunya tak dinafkahi korban. Hasil autopsi menunjukkan ada luka tak wajar yang disebabkan karena benturan keras.

Kapolres Gresik, AKBP Arief Fitrianto mengatakan peristiwa penganiayaa ini bermula pada 5 Juni 2020 lalu. Pelaku datang ke rumah korban mengendarai motor Honda Supra X nopol W 6508 BA.

“Pelaku ingin mengklarifikasi hubungan antara korban dan ibu kandungnya yang dikabarkan sedang tidak harmonis. Selama pelaku berada dalam penjara, ibu kandungnya tidak dinafkahi korban,” kata Kapolres Arief Fitrianto yang didampingi Kasatreskrim AKP Bayu Febrianto Prayoga saat konferensi pers, Rabu (22/7/2020).

Di tengah pembicaraan, korban tidak terima hingga terjadi percekcokan berujung aksi saling dorong. Tersangka terus didorong oleh korban dan diusir ke luar rumah.

Merasa kesal, tersangka lantas memukul dan mendorong korban hingga jatuh tersungkur. Kepala korban membentur lantai lalu mulutnya mengeluarkan darah.

"Setelah itu tersangka kabur meninggalkan rumah korban. Beberapa saat kemudian korban dikabarkan meninggal dunia," katanya.

Sehari kemudian, jenazah korban dimakamkan di permakaman desa setempat. Warga sempat curiga karena ada luka di pelipis kepala.

“Nah, kecurigaan itu kemudian dilaporkan ke perangkat desa,” katanya.

Pihak keluarga sempat menutup-nutupi hingga akhirnya bersedia melaporkan ke polisi. Petugas bergerak cepat melakukan pembongkaran makam untuk dilakukan autopsi.

"Tersangka dijerat dengan 338 KUHP ancaman hukuman 15 tahun penjara atau Pasal 351 Ayat 3 KUHP dengan ancaman tujuh tahun kurungan penjara," katanya.


Editor : Umaya Khusniah