Pembangunan RSNU Jombang Tahap II, Khofifah Berharap Bisa Perkuat Layanan di Mataraman

Lukman Hakim ยท Sabtu, 04 Juli 2020 - 23:02 WIB
Pembangunan RSNU Jombang Tahap II, Khofifah Berharap Bisa Perkuat Layanan di Mataraman
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melakukan peletakan batu pertama pembangunan RSNU bersama Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Menteri Kesehatan dr Terawan Agus Putranto, Sabtu (4/7/2020). (Foto: SINDOnews/Lukman Hakim)

JOMBANG, iNews.id - Pembangunan Gedung Bedah Sentral dan Rawat Inap Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Jombang kini sudah memasuki tahap kedua. Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa berharap RSNU mampu menguatkan layanan kesehatan, terutama di daerah Mataraman.

Harapan ini disampaikan Khofifah Indar Parawansa melakukan peletakan batu pertama pembangunan RSNU bersama Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Menteri Kesehatan dr Terawan Agus Putranto, , Sabtu (4/7/2020).

Hadir pula Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, Bupati Jombang Mundjidah Wahab, serta Ketua PWNU Jatim KH Marzuqi Mustamar.

Sebelumnya sudah ada beberapa ruangan seperti poli khusus serta IGD. Badan hukum RSNU ini berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Kepemilikan saham PT RSNU 65 persen dimiliki NU secara organisasi dan 35 persen dimiliki publik.

Khofifah mengatakan, RSNU di Jombang harus mampu memberikan fokus layanan, terutama di daerah Mataraman. Sementara ini, rumah sakit rujukan utama masih berfokus di RSUD dr Soetomo di Surabaya dan RS Saiful Anwar di Malang. Sementara beban rumah sakit semakin hari semakin bertambah.

“Karena itu dibutuhkan sentra-sentra baru pelayanan kesehatan rujukan baik infrastruktur maupun sumber daya manusianya ," katanya.

Sentra-sentra ini menurutnya sangat strategis karena diikuti klinik-klinik Pratama. Ini diharapkan bisa disiapkan di berbagai titik, sesuai dengan kapitasi Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, terutama di Jombang.

“Dengan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, maka akan semakin meningkatkan kecepatan layanan. Makin cepat dilayani, insyaAllah tingkat kesembuhan juga semakin meningkat,” katanya.

Khofifah menyebut, saat ini peningkatan SDM di bidang tenaga kesehatan terutama teknologi kesehatan, perkembangannya luar biasa cepat. Salah satu teknologi kesehatan yang sedang dikembangkan untuk percepatan layanan, yakni telemedicine.

“Terkait telemedicine ini Kementerian Kesehatan menunjuk uji cobanya di RSUD dr Soetomo. Jadi, penting untuk membangun koneksitas dan partnership antara RSNU dengan rumah RSUD dr Soetomo,” katanya.

Ke depan, Khofifah berharap akan ada dokter-dokter spesialis tertentu yang menjadi andalan RSNU. Dengan demikian, bisa dilakukan update teknologi melalui partnership antara RSNU dengan berbagai institusi dalam dan luar negeri.

Selain itu perlu untuk memperbanyak Kerja Sama Operasional (KSO). Pasalnya, saat ini pengadaan alat kesehatan atau alkes mahal sekali kalau harus disiapkan oleh rumah sakit. KSO akan membantu penyiapan alkes bisa lebih cepat. “Apalagi ada regulasinya, bagaimana persentase pemilik alkes dengan rumah sakit dan seterusnya,” katanya.

Kerja sama operasional ini angat dimungkinkan dilakukan percepatan bila ruangannya juga semakin representatif, seperti klinik Hemodialisis. Di RSNU, klinik hemodialisis ini tinggal menunggu tambahan ruangan.

Sementara itu, Menteri Kesehatan dr Terawan Agus Putranto mengatakan, pembangunan RSNU ini merupakan sebuah cita-cita yang sangat luhur. Tdak ada jalan lain untuk dekat di hati masyarakat dan rakyat kecil, selain melalui pelayanan di bidang kesehatan.

“Karena itu pendirian Rumah Sakit NU ini sungguh sebuah hal yang sangat mulia,” katanya.


Editor : Maria Christina