Pekerja Tewas Tersengat Listrik saat Perbaiki Pipa Jaringan Air Rumah Mewah di Surabaya

Yudha Prawira ยท Kamis, 05 Desember 2019 - 10:48 WIB
Pekerja Tewas Tersengat Listrik saat Perbaiki Pipa Jaringan Air Rumah Mewah di Surabaya
Petugas Polsek Mulyorejo memasang garis polisi di lokasi pekerja ditemukan tewas di Jalan Dharmahusada Indah Timur Kota Surabaya, Jatim, Kamis (5/12/2019). (Foto: iNews/Yudha Prawira)

SURABAYA, iNews.id – Seorang pekerja ditemukan tewas di lokasi proyek pembangunan rumah mewah di Jalan Dharmahusada Indah Timur Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Rabu sore (4/12/2019). Korban diduga tewas setelah tersengat listrik bertegangan tinggi saat memperbaiki pipa jaringan air.

Korban tergeletak di halaman depan rumah yang sedang dalam proses pembangunan. Di beberapa bagian tubuh pekerja proyek asal Kecamatan Mantub, Kabupaten Lamongan ini, ditemukan sejumlah luka bakar. Kasus kecelakaan kerja ini masih ditangani Polsek Mulyorejo Surabaya.

Jenazah korban bernama Hartoyo (36), langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD Dokter Soetomo Surabaya. Usai divisum Tim Forensik RSUD Dokter Soetomo Surabaya, jenazah Hartoyo langsung dibawa pulang keluarga menggunakan mobil ambulans ke kampung halamannya untuk dimakamkan.

Kapolsek Mulyorejo Kompol Enny Prihatin mengatakan, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban tewas tersengat listrik bertegangan tinggi saat sedang memperbaiki pipa jaringan air. Di dekat lokasi korban bekerja terdapat jaringan kabel listrik rumah. Korban tewas seketika dengan luka bakar di beberapa bagian tubuhnya.

“Saat dia membetulkan jaringan air, dia tersengat listrik dari proyek pembangunan rumah itu,” ujar Enny Prihatin, Kamis (5/12/2019).

Kasus kecelakaan kerja ini kini ditangani Polsek Mulyorejo Surabaya. Selain mengamankan sejumlah barang bukti, polisi juga memeriksa sejumlah saksi dari rekan kerja maupun mandor korban. Sementara itu untuk kepentingan penyelidikan, polisi memasang garis polisi di sekitar lokasi kecelakaan kerja.

“Kami masih melakukan pendalaman kasus ini untuk memastikan penyebab kematian pekerja itu,” ujar Enny.


Editor : Maria Christina