Pecah Ban akibat Kelebihan Muatan, Minibus Travel Tabrak Tronton di Pantura Situbondo

Riski Amirul Ahmad ยท Sabtu, 27 Juni 2020 - 10:30 WIB
Pecah Ban akibat Kelebihan Muatan, Minibus Travel Tabrak Tronton di Pantura Situbondo
Minibus yang ringsek usai bertabrakan dengan truk tronton di jalur pantura Situbondo. (Foto: iNews/Riski Amirul Ahmad)

SITUBONDO, iNews.id - Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan pantura, tepatnya pada Jalur Tekok Abu Hutan Baluran, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Sebuah minibus travel tujuan Bandung-Ketapang Banyuwangi menabrak truk tronton dari arah berlawanan dan menyebabkan belasan penumpang termasuk sopir terluka.

Informasi diperoleh iNews, peristiwa kecelakaan ini terjadi pada Jumat (26/6/2020) petang. Diduga berawal dari minibus yang kelebihan muatan mengalami pecah ban hingga oleng dan masuk ke jalur berlawanan. Di saat bersamaan, melintas truk hingga tabrakan pun tak terhindarkan.

Dalam kejadian ini, puluhan penumpang minibus dievakuasi warga ke Puskesmas Banyuputih. Sedikitnya ada 11 orang yang luka ringan di bagian kaki, kepala dan lengan. Sementara sopir dan kenek serta dua penumpang yang duduk di kursi depan terluka serius pada kaki dan tulang rusuk bahu. Mereka sempat terjepit bodi minibus yang ringsek usai benturan.

Kecelakaan ini diduga karena kelebihan muatan hingga membuat ban kiri depan pecah. Minibus yang seharusnya hanya berkapasitas 17 orang diisi penuh hingga 20 penumpang.

Sopir minibus travel Sulhan mengaku sudah mencoba mengendalikan laju mobil yang oleng agar tidak masuk jurang. Namun dari arah depan muncul truk tronton muatan pupuk dari tikungan hingga tabrakan tak terhindarkan.

"Jadi pas jalan menaik dan belok ke kanan, badan (minibus) elf ke kiri karena pecah ban dan langsung terbalik ke kanan. Saya sempat banting setir. Truk sebenarnya masih jauh, namun mungkin mengikuti minibus karena oleng ke kiri dan kanan hingga bertabrakan," ujar Sulhan, Sabtu (27/6/2020).

Kasus kecelakaan ini sudah dalam penanganan Polres Situbondo. Hasil pemeriksaan petugas juga mendapati seluruh penumpang tidak bisa menunjukkan dokumen uji rapid test sebagai salah satu syarat perjalanan.


Editor : Donald Karouw