Pascaerupsi Jumat Sore, Aktivitas Gunung Bromo Kembali Menurun

Hana Purwadi, Antara ยท Sabtu, 20 Juli 2019 - 16:23 WIB
Pascaerupsi Jumat Sore, Aktivitas Gunung Bromo Kembali Menurun
Petugas Taman Nasional Bromo Tengger semeru (TNBTS) menjaga sekitar kawasan Gunung Bromo, Sabtu (20/7/2019). Pascaerupsi, PVMBG mengimbau masyarakat dan wisatawan tidak mendekati kawasan kawah Gunung Bromo sejauh radius 1 km. (ANTARA FOTO/Vermensius

PROBOLINGGO, iNews.id – Aktivitas Gunung Bromo kembali menurun pascaerupsi pada Jumat (19/7/2019) sore. Gunung ini masih aman untuk dikunjungi, namun tetap dalam radius aman 1 kilometer (km) dari kawah aktif sesuai rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

“Pantauan di Pos Pengamatan Gunung Api Bromo yang dilaporkan kepada PVMBG pada 20 Juli 2019 pukul 00.00 – 06.00 WIB, tidak ada erupsi Gunung Bromo dan aktivitas magma gunung tersebut menurun,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Hendra Gunawan saat dihubungi dari Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (20/7/2019).

BACA JUGA:

Gunung Bromo Kembali Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Tidak Panik

Erupsi Gunung Bromo, Masyarakat Sempat Panik

Hendra mengatakan, cuaca di kawasan gunung dengan ketinggian 2.329 meter dari permukaan laut (mdpl) itu tampak berawan dan mendung. Sementara angin bertiup lemah ke arah barat daya, barat, dan barat laut dengan suhu udara 9-11 derajat Celcius. Kelembaban udara 0-0 persen dan tekanan udara 0-0 mmHg.

“Secara visual, Gunung Bromo terlihat jelas hingga berkabut. Kemudian asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dengan ketinggian 50 meter hingga 300 meter di atas puncak kawah,” ujarnya.

Sementara aktivitas kegempaan tercatat gempa tremor menerus (microtremor) yang terekam dengan amplitudo 0,5-1 mm (dominan 1 mm) dengan status Gunung Bromo masih pada level II atau waspada.

“Gunung Bromo sejauh ini aman dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara, namun rekomendasi PVMBG, dalam radius aman 1 km harus dipatuhi oleh semua wisatawan,” katanya.


BACA JUGA: Viral Video Banjir di Lautan Pasir Gunung Bromo Pascaerupsi, Ini Penjelasannya


Gunung Bromo mengalami erupsi pada Jumat (19/7/2019) pukul 16.37 WIB selama kurang lebih tujuh menit. Hasil pengamatan dari seismogram, terjadi gempa tremor terus-menerus dengan amplitudo maksimum 37 milimeter dengan durasi 7 menit 14 detik.

Sementara letusan terjadi sebanyak 3 kali, disertai gempa vulkanik dangkal sebanyak 1 kali. Ketinggian asap tidak teramati karena kondisi Gunung Bromo tertutup kabut.

Gunung Bromo sebelumnya juga sempat mengalami beberapa kali erupsi pada Maret 2019 hingga menyebabkan hujan abu vulkanik ke beberapa kabupaten di sekitarnya. Namun, tidak ada peningkatan status gunung sehingga tetap level II atau waspada.


Editor : Maria Christina