Pacitan KLB Hepatitis A, Jumlah Penderita Terus Bertambah dan Dirawat di Lorong

Ahmad Subekhi ยท Sabtu, 29 Juni 2019 - 08:44 WIB
Pacitan KLB Hepatitis A, Jumlah Penderita Terus Bertambah dan Dirawat di Lorong
Pasien Hepatitis A di Pacitan yang dirawat di rumah sakit terus bertambah. Pemkab Pacitan sudah menetapkan status KLB. ( Foto: Dok. iNews.id)

PACITAN, iNews.id - Jumlah penderita Hepatitis A di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur terus bertambah. Hingga saat ini, tercatat sudah ada 877 orang yang terkena penyakit kuning tersebut.

Dari ratusan penderita Hepatitis A, 57 penderita masih dirawat intensif di sejumlah Puskesmas dan rumah sakit. Bahkan, sebagian pasien harus dirawat di lorong-lorong akibat tidak tertampung di ruang perawatan.

Selain dipotong, para pasien juga harus menggunakan tempat tidur lipat bantuan dari Dinas Sosial dan BPBD karena tempat tidur tidak mencukupi.

Meski dengan fasilitas seadanya, para pasien tetap mendapat pelayanan dan obat yang sama.

Kondisi itu terjadi di Puskesmas Sudimoro. Sejak dua pekan terakhir, tercatat Puskesmas ini sudah merawat sebanyak 481 pasien, 10 orang di antaranya masih menjalani rawat inap.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, Eko Budiono mengatakan, jumlah penderita Hepatitis A hingga 24 Juni tercatat ada 429 penderita yang dirawat.

Saat ditetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada 25 Juni ada sebanyak 581 pasien. jumlah itu melonjak menjadi 701 pasien pada Rabu, 26 Juni.

"Jumlah pasien ini terus bertambah pada Kamis (27/6/2019) menjadi sebanyak 824 pasien dan nambah lagi pada Jumat (28/6/2019) jadi 877 pasien. Yang masih dirawat saat ini di puskesmas dan rumah sakit ada 57 pasien," katanya, Sabtu (29/6/2019).

Eko menuturkan, tingginya lonjakan jumlah pasien Hepatitis A ini terjadi karena penyebaran virus dilakukan melalui orang per orang. Artinya, kata Eko, penderita akan menularkan virus jika melakukan kontak langsung dengan orang lain.

Mengantisipasi agar tidak tertular penyakit tersebut, kata Eko, warga disarankan tidak menggunakan peralatan makan dan minum yang dipakai penderita. " Warga juga kami imbau untuk selalu menjaga kebersihan badan dan lingkungan," katanya.


Editor : Kastolani Marzuki