Otak Pembunuh Juragan Rongsokan di Mojokerto Divonis Hukuman Mati

Ihya Ulumuddin, Sholahudin ยท Senin, 04 November 2019 - 14:17:00 WIB
Otak Pembunuh Juragan Rongsokan di Mojokerto Divonis Hukuman Mati
Suasana saat sidang putusan pembunuhan juragan rongsokan yang mayatnya dibakar di Mojokerto. (Foto: iNews/Sholahudin)

MOJOKERTO, iNews.id – Sidang putusan kasus pembunuhan juragan rongsokan dengan kondisi mayat dibakar berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Mojokerto, Senin (4/11/2019) pagi. Terdakwa Priyono yang merupakan otak pelaku kejahatan divonis Majelis Hakim dengan hukuman mati. Sementara terdakwa Dantok Narianto divonis pidana 20 tahun penjara.

Dalam sidang pembunuhan, kedua terdakwa masing-masing dijerat Pasal 340 KUHP jo Pasal 551 ayat 1 ke 1 KUHP, Pasal 338 KUHP jo Pasal 551 ayat 1 ke 1 KUHP, Pasal 365 ayat 4 KUHP dan Pasal 281 KUHP jo Pasal 551 ayat 1 ke 1 KUHP.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa satu Priyono dengan pidana mati,” ujar Hakim Ketua PN Mojokerto Joko Waluyo, Senin (4/11/2019).

Vonis dijatuhkan karena Priyono terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana secara bersama-sama. Tak hanya itu, dia juga menghilangkan jenazah dengan cara membakar dengan maksud untuk menyembunyikan kematian korban.

Kepala Kejari Mojokerto Rudy Hartono mengaku menerima vonis terdakwa satu yakni Priono. Namun akan melakukan banding terkait vonis terdakwa dua (Dantok Narianto).

“Untuk satu poin kami dapat. Tetapi, berdasarkan yuris prudensi turut serta itu dikategorikan sejajar dan sama dengan pelaku. Jadi, untuk terdakwa satu kami terima, tapi untuk terdakwa dua kami akan banding,” katanya.

Sementara, kuasa hukum kedua terdakwa Kolil Askohar mengungkapkan akan memperjuangkan hak-hak terdakwa Priyono dan Dantok Narianto.

“Kami akan melakukan banding. Entah nanti banding itu diterima atau tidak, hanya Allah yang tahu. Kami akan memperjuangkan hak-hak kedua klien kami dan berharap mungkin seringan-ringannya 20 tahun,” katanya.

Sementara ibu korban, Misilah yang terlambat datang ke pengadilan langsung pingsan begitu tahu sidang vonis perkara pembunuhan anaknya selesai. Menurut keluarga, dia kecewa lantaran sidang digelar lebih awal dari jadwal dan tidak ada pemberitahuan.

Diketahui, Mei 2019 lalu, sesosok mayat ditemukan dalam kondisi terbakar di Hutan Kayu Putih, Mojokerto. Hasil identifikasi polisi, mayat tersebut yakni Eko Yuswanto, seorang juragan rongsokan.

Berdasarkan fakta penyelidikan, Eko dibunuh temannya Priyono. Dalam aksinya, Priyono dibantu rekannya Dantok, warga Dusun Kenanten, Gang II, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.(ihya’ ulumuddin/sholahudin)


Editor : Donald Karouw