Oknum Guru PNS di Lamongan Cabuli 30 Siswi SD, Modus Ancam Beri Nilai Jelek

Abdul Wakhid ยท Jumat, 05 Juli 2019 - 00:30:00 WIB
Oknum Guru PNS di Lamongan Cabuli 30 Siswi SD, Modus Ancam Beri Nilai Jelek
Oknum guru SD di Lamongan, Slamet Priyanto ditangkap petugas Satreskrim Polres Lamongan karena diduga telah mencabuli 30 siswinya. (Foto: iNews.id/Abdul Wakhid)

LAMONGAN, iNews.id - Ulah Slamet Priyanto, oknum guru sekolah dasar (SD) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur ini sungguh tidak patut dicontoh. Dia yang semestinya mendidik dan mengajar muridnya agar menjadi baik dan pintar, justru tega mencabuli mereka.

Jumlah korbannya pun sangat banyak mencapai 30 anak. Kini, oknum guru yang berstatus PNS di lingkungan Dinas Pendidikan Lamongan itu ditangkap polisi.

Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Wahyu Norman Hidayat mengatakan, terbongkarnya kasus pencabulan yang dilakukan pelaku terhadap puluhan siswi ini setelah salah satu orang tua siswa melaporkan ke polisi. “Ada satu siswa yang mengadu ke orang tuanya. Dari situ, orang tua korban langsung melaporkan kejadian yang dialami anaknya ke polres lamongan,” katanya, Kamis (4/7/2019).

Dia mengungkapkan, dari keterangan sementara, pelaku melakukan aksi bejatnya ke puluhan siswinya dengan cara mengancam akan memberikan nilai jelek jika menceritakan apa yang telah dilakukannya ke orang lain.

“Pelaku ini mengancam korban dalam hal ini siswinya akan memberikan nilai jelek kalau menceritakan ke orang tuanya tentang apa yang dilakukannya,” beber Wahyu.

Menurut Wahyu, aksi pencabulan itu dilakukan di lingkungan sekolah, yakni di ruang kelas dan ruang perpustakaan. “Pengakuan pelaku, aksi pencabulan itu sudah dilakukan sejak Oktober 2018 lalu,” ucapnya.

Dia mengatakan, saat ini, penyidik terus menyelidiki kasus pencabulan itu untuk guna mengungkap kemungkinan masih adanya korban lain. “Masih kami selidiki karena kemungkinan masih ada korban lain,” ucapnya.

Selain meringkus pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti bakaian korban. Atas perbuatannya itu, pelaku dijerat Pasal 82 ayat 2 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara ditambah sepetiga dari hukuman yang diterimanya.

Kepada penyidik, Slamet Priyanto mengakui semua perbuatannya. Dia juga meminta maaf kepada orang tua korbanb. “Minta maaf dan siap bertanggung jawab,” ucapnya.

Slamet yang baru empat tahun diangkat jadi PNS ini juga menyesali perbuatannya. “Saya menyesal,” katanya.

Editor : Kastolani Marzuki