Nelayan Enggan Melaut, Harga Ikan di Malang Naik Drastis
MALANG, iNews.id - Harga ikan laut segar di sejumlah pasar tradisional wilayah Malang Raya, Jawa Timur (Jatim) mengalami kenaikan drastis. Hal ini dikarenakan cuaca ekstrem yang membuat nelayan enggan melaut.
Seorang pedagang ikan segar di Pasar Dinoyo, Kota Malang, Nani mengatakan, selain harganya yang mahal, pasokan ikan pun berkurang. Padahal, kata dia, banyak pemasok dari berbagai daerah untuk kebutuhan dagangannya.
"Pasokan dari tempat pelelangan ikan Sendangbiru, dan daerah lain seperti Probolinggo, Situbondo maupun Banyuwangi juga berkurang," kata Nani di Pasar Dinoyo, Kota Malang, Jatim, Selasa (5/2/2019).
Kenaikan harga ikan, kata dia, sudah terjadi sejak akhir 2018 lalu. Kemungkinannya masih akan berlanjut hingga akhir Februari, sampai kondisi di laut stabil dan nelayan kembali melaut menangkap ikan.
Komoditas yang naik seperti ikan tenggiri dari harga Rp75.000 - Rp78.000 kini mencapai Rp100.000 (potongan bersih), sedangkan yang masih utuh dibanderol Rp85.000 per kilogramnya.
Sementara cumi-cumi, dari harga Rp50.000 kini mencapai Rp60.000 per kilogram. Begitu juga udang laut yang awalnya Rp60.000 - Rp65.000 sekarang naik menjadi Rp70.000 - Rp75.000 per kilogram.
Sementara itu, harga ikan jenis tongkol menjadi Rp35.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp25.000 per kilogram, ikan tuna yang sebelumnya dijual Rp30.000 menjadi Rp40.000 per kilogram. Serta kakap merah yang paling naik mahal dari Rp55.000 sekarang Rp70.000 per kilogram.
"Selain harganya melambung, pasokan ikan segar juga menurun hampir 50 persen," ujar Nani.
Akibat cuaca ekstrem dengan gelombang laut yang cukup tinggi, ribuan nelayan di Kabupaten Malang memang enggan melaut, sehingga berdampak pada pasokan ikan di tempat pelelangan ikan Sendangbiru.
Potensi tangkapan ikan dan hasil laut lainnya di area laut selatan Malang diperkirakan mencapai 400 ribu ton per tahun, namun saat ini baru sekitar 12 hingga 16 ribu ton per tahun.
Editor: Andi Mohammad Ikhbal