Nelayan di Tuban Hilang saat Melaut, Diduga Terperangkap Jaring dan Terseret Arus

Pipiet Wibawanto ยท Rabu, 24 Juni 2020 - 09:16 WIB
Nelayan di Tuban Hilang saat Melaut, Diduga Terperangkap Jaring dan Terseret Arus
Tim BPBD Tuban bersama nelayan melakukan pencarian korban yang hilang di Perairan Utara Jawa. (Foto: iNews/Pipiet Wibawanto).

TUBAN, iNews.id - Seorang nelayan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur (Jatim) dikabarkan hilang saat mencari ikan di Laut Utara Jawa. Korban diduga terjatuh saat perahu dihantam ombak besar dan angin kencang. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban bersama nelayan setempat masih melakukan pencarian.

Sariyan (47) nelayan asal Dusun Meduran, Desa Beji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, hilang Selasa (23/6/2020) siang. Kapal yang dinaikinya ditemukan kosong oleh nelayan lain sekitar 6 mil dari bibir pantai.

Petugas dari BPBD Tuban bersama nelayan setempat lantas melakukan penyisiran di sekitar lokasi hilangnya korban.

Ketua Rukun Nelayan Beji, Muzamil mengatakan, awalnya korban diketahui berangkat melaut seorang diri Selasa (23/6/2020) pukul 03.00 WIB dini hari. Korban berencana mencari udang dan rajungan.

Namun, diduga karena diterjang ombak besar, korban terjatuh dan terperangkap jaringnya sendiri. Beberapa saat kemudian, seorang nelayan lain menemukan korban terlilit jaring.

"Kemungkinan dia terjatuh saat proses tebar jaring di laut," katanya. Selasa (23/6/2020).

Tak bisa mengevakuasi korban, nelayan tersebut kemudian menandai lokasi penemuan korban menggunakan kain. Dia segera melaporkan kejadian tersebut pada nelayan dan petugas di pantai.

Sayang, saat petugas dan nelayan datang ke lokasi, mereka tidak menemukan apapun, termasuk korban. Sebanyak enam personel BPBD dan nelayan terus melakukan pencarian.

Kasi Kedaruratan BPBD Tuban, Taufiq mengatakan, usai menerima laporan, petugas langsung menerjunkan personel untuk mencari korban. Namun hingga Selasa sore, belum ada tanda-tanda korban ditemukan.

"Tim BPBD berkoordinasi dengan nelayan setempat langsung melakukan pencarian, tapi belum ada tanda-tanda korban ditemukan," katanya.

Proses pencarian terhadap korban terkendala cuaca yang kurang bersahabat. Ombak besar dan angin kencang terus terjadi di peraiaran Laut Utara Jawa. Korban diduga terperangkap jaring dan kemudian terseret arus.


Editor : Umaya Khusniah