Muslimat NU dan Menkominfo Teken MoU Perangi Hoaks Jelang Pilpres

Ihya Ulumuddin · Minggu, 10 Maret 2019 - 20:01:00 WIB
Muslimat NU dan Menkominfo Teken MoU Perangi Hoaks Jelang Pilpres
Menkominfo Rudi Antara dan Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menunjukkan MoU anti-hoaks di Nganjuk, Jatim. (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

NGANJUK, iNews.id - Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengajak warga Muslimat NU untuk memerangi hoaks. Pesan ini disampaikan karena hoaks telah meluas, bahkan sampai kampung-kampung.  

"Ini luar biasa. Biasanya, MoU (Memorandum of Understanding) digelar di kantor atau hotel. Tapi, ini di kampung. Sebab apa? Karena saat ini hoaks sudah masuk kampung," kata Khofifah pada acara Harlah Muslimat NU ke-73, sekaligus penandatanganan MoU Anti-Hoaks, Ghibah dan Fitnah di Desa Gempol, Kecamatan Rejoso, Nganjuk, Minggu (10/3/2019).

Khofifah mengatakan, di era digital seperti ini, hoaks gampang diproduksi, apalagi menjelang pesta demokrasi (Pemilihan Presiden). Karena itu, Khofifah meminta kepada warganya untuk berhati-hati. Selektif dalam menyerap informasi. 

"Contohnya ibu-ibu di Jawa Barat. Dia masuk dari rumah ke rumah. Ngomong kalau Pak Jokowi yang jadi presiden, tidak ada lagi azan. Ini hoaks," katanya. 

Menkominfo Rudi Antara mengaku bersyukur bisa bertemu dan bekerja sama dengan ibu-ibu Muslimat dalam memerangi hoaks. Sebab,  jumlah Muslimat NU sangat banyak mencapai 30 juta. Mereka inilah yang diharapkan turut aktif memerangi hoaks dan fitnah. 

"Yang sekarang banyak beredar itu fitnah. Kalau dapat informasi isinya fitnah. Jangan diteruskan. Apalagi kalau di grup WhatsApp (WA). Dosanya bisa terus menerus. Hoaks dan fitnah seperti itu akan merusak bangsa, ukhuwah wathaniah rusak, ukhuwah insaniah rusak," tandasnya.  

Editor : Kastolani Marzuki

Bagikan Artikel: