Motif Sakit Hati, Pelajar SMK di Pasuruan Tewas di Tangan Temannya

Jaka Samudra ยท Jumat, 21 September 2018 - 18:27 WIB
Motif Sakit Hati, Pelajar SMK di Pasuruan Tewas di Tangan Temannya
Tersangka pembunuhan saat gelar perkara di Mapolres Pasuruan. (Foto: iNews/Jaka Samudra)

PASURUAN, iNews.id – Kasus penemuan mayat mister X di Lapangan Sumur Waru, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Jatim), akhirnya terungkap. Setelah satu pekan melakukan penyelidikan, polisi menangkap pelaku yang tak lain teman dekat korban.

Informasi yang dirangkum iNews, awal pengungkapan kasus itu berawal dari diketahuinya identitas korban bernama Mahfud Budi Setiawan (17) yang merupakan pelajar SMK kelas 11 SMK di Kecamatan Grati. Petugas langsung memeriksa 14 saksi dan ponsel milik korban. Dari situ, ditemukan petunjuk korban sempat membuat temu janji dengan pelaku.

Polisi selanjutnya bergerak cepat menangkap terduga pelaku pembunuhan yakni Dimas Gilang Aditya (21), warga Desa Kelampok, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Saat diamankan, pelaku mencoba kabur hingga harus dihentikan dengan tembakan di kaki untuk melumpuhkannya.

“Jadi hasil penyelidikan sementara motif pelaku ini sakit hati kepada korban karena sering diejek. Ada juga keinginan dari pelaku untuk menguasai barang milik korban sebuah sepeda motor,” ujar Kapolres Pasuruan AKBP Rizal Martomo saat gelar perkara, Jumat (21/9/2018).

Pengakuan tersangka, dia mengakui telah menganiaya korban dengan menghantamnya menggunakan kayu yang sudah dipersiapkannya. Korban lantas ditinggalkan di lapangan tempat jasadnya ditemukan warga pada Jumat (14/9/2018). Selanjutnya, pelaku membawa lari motor Yamaha Vixion milik korban. “Saya memukulnya hanya sekali karena sakit hati,” ucap tersangka.

Atas kejahatan pembunuhan dan perampasan kendaraann bermotor, pelaku dijerat pasal berlapis dengan ancaman pidana 20 tahun penjara.

Diketahui, kasus ini berawal dari temuan mayat korban yang menggegerkan masyarakat Sumberanyar, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, di lapangan sepak bola desa setempat, Jumat (14/9/2018). Awalnya warga mengira korban orang gila yang sedang tidur, namun saat didekati ada luka menganga di bagian kepalanya. Belakangan diketahui, identitas korban seorang pelajar yang tewas akibat luka aniaya benda tumpul di kepala.


Editor : Donald Karouw