Motif Pembunuhan IRT di Tulungagung Diduga Pelaku Sakit Hati dan Balas Dendam 

Solichan Arif · Jumat, 20 November 2020 - 20:08:00 WIB
Motif Pembunuhan IRT di Tulungagung Diduga Pelaku Sakit Hati dan Balas Dendam 
Petugas mengevakuasi jasad korban dari dalam rumah, Jumat (20/11/2020) dini hari. (Foto: iNews.id/Anang Agus Faisal)

TULUNGAGUNG, iNews.id  - Pembunuhan seorang ibu di Tulungagung, Jawa Timur (Jatim) diduga dilatabelakangi dendam. Pelaku pernah dimaki-maki korban sebelumnya sehingga menimbulkan dendam.

BS (27) diduga sebagai pelaku pembunuhan Nikmatu Rohmah (45) warga Desa Suruhan Lor, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung. Pelaku merupakan tetangga sekaligus saudara jauh korban.

"Motif pembunuhan tersebut diduga karena sakit hati yang membuat terduga pelaku merasa dendam. Yang bersangkutan marah karena pernah dimaki korban," Kapolsek Bandung, AKP Alpho Gohan, Jumat (20/11/2020).

Dia menambahkan, saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan.

Sebelumnya, Nikmatu Rohmah ditemukan tewas dengan kondisi luka parah di bagian kepala Kamis (19/11/2020) malam. Jasad ibu rumah tangga (IRT) itu dalam keadaan telentang di dalam rumahnya.

Kematian Nikmatu Rohmah diketahui pertama kali oleh suaminya, Nuril Huda (55). Saat itu Nuril yang baru pulang dari acara tahlil mendapati istrinya dalam keadaan tewas dengan bersimbah darah.

Polisi yang menerima laporan segera bergerak melakukan olah TKP. Jasad Nikmatu Rohmah dibawa ke RSUD dr Iskak Tulungagung untuk dilakukan autopsi.

Kematian Nikmatu Rohmah dipastikan karena dibunuh. Sekitar tiga jam kemudian polisi mengamankan BS yang merupakan tetangga korban.

Laki laki itu diamankan petugas di rumahnya. Dari informasi yang dihimpun, yang bersangkutan bertempat tinggal tidak jauh dari rumah korban, sekitar 20 meter. Sehari-hari dia hidup bersama orang tua dan adiknya. 

Kabarnya, BS termasuk anak pendiam. Sebelumnya, dia juga pernah beberapa kali kedapatan mencuri telur ayam milik korban, namun dibiarkan. Yang bersangkutan hanya ditegur, diingatkan untuk tidak mengulangi. 

Informasi lain, pada malam sebelum pembunihan, BS diketahui salat isya berjemaah di masjid dekat rumah korban. Padahal sebelumnya dia tidak pernah salat berjemaah di masjid. 

Menurut Alpho, dalam menjalankan aksi kejahatannya, pelaku menggunakan kursi, tang dan bor listrik. 

"Nanti kita lakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka," kata Alpho. 


Editor : Umaya Khusniah