Miris, Ayah dan Anak Kandung di Magetan Ditangkap Polisi usai Tepergok Curi HP

Asfi Manar ยท Jumat, 01 November 2019 - 10:12 WIB
Miris, Ayah dan Anak Kandung di Magetan Ditangkap Polisi usai Tepergok Curi HP
Kedua pelaku pencurian, ayah dan anak bersama Kapolsek Maospati Kompol Basuki. (Foto: iNews/Asfi Manaf)

MAGETAN, iNews.id – Seorang ayah yang sudah sepuh Gunardi (73) dan anak kandungnya Wariyanto (35) harus berurusan dengan hukum. Mereka ditangkap karena tepergok mencuri satu unit handphone (HP) di toko ponsel daerah Kecamatan Maospati, Magetan, Jawa Timur.

Pengakuan pelaku Gunardi, dia nekat untuk mencuri karena terdesak kebutuhan untuk acara selamatan atas meninggalnya sang istri. Dia juga mengaku jika anaknya hanya diajak untuk turut serta membantu melancarkan aksi. Bukan hanya sekali, namun ini aksi kedua yang telah mereka lakukan.

“Sudah dua kali dengan ini. Pertama saya mencuri agar dapat uang untuk biaya pengobatan anak saya nomor 10, namun dia sudah meninggal. Kedua yang ketangkap ini, saya mencuri untuk biaya acara selamatan pada 5 November nanti atas meninggalnya istri saya,” kata Gunardi saat ekspose di Mapolsek Maospati, Jumat (1/11/2019).

Kapolsek Maospati Kompol Basuki mengatakan, modus kedua pelaku saat melancarkan aksi yakni dengan mengalihkan perhatian penjaga toko. Ketika ada kesempatan, salah satu memanfaatkan kelengahan itu untuk mengambil HP di dalam etalase toko.

“Kedua pelaku ini bapak dan anak kandung. Bapak ini mengalihkan perhatian dengan bertanya-tanta, sedangkan anaknya bagian mengambil HP di etalase took,” katanya.

Setelah beraksi, keduanya meninggalkan toko. Saat itulah pemilik toko menyadari telah menjadi korban pencurian. Dia kemudian meminta pertolongan warga setempat yang langsung menangkap kedua pelaku.

“Barang buktinya satu unit ponsel yang dicuri. Namun dari tas pelaku ada dua HP lainnya yang diduga barang curian,” ujar Basuki.

Hasil penyelidikan, Pelaku Gunardi merupakan residivis atas kasus yang sama. Dia sebelumnya pernah dipenjara juga karena mencuri HP.

Kini Gunardi dan anaknya harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Keduanya mendekam dalam sel tahanan Mapolsek Maospati. Betapa miris, niatan untuk selamatan dan mengirim doa kepada istri justru berakhir dibalik jeruji besi.


Editor : Donald Karouw