Mensos: 49 Korban Konflik Sampang Terima Bantuan Pangan Nontunai dan PKH

Ihya Ulumuddin ยท Jumat, 13 Desember 2019 - 11:24 WIB
Mensos: 49 Korban Konflik Sampang Terima Bantuan Pangan Nontunai dan PKH
Mensos Juliari P Batubara bersama pendamping program bantuan sosial di Surabaya, Kamis (12/12/2019) malam. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, iNews.id – Sebanyak 49 korban konflik Sampang Madura yang kini mengungsi di Kabupaten Sidoarjo mendapat bantuan pangan nontunai dan Program Keluarga Harapan (PKH). Mereka juga menerima kartu keluarga sejahtera sebagai bentuk telah masuk dalam program bantuan pemberdayaan pemerintah.

Menteri Sosial Juliari Batubara mengatakan, setelah dilakukan validasi, dari 66 pengungsi yang masih tinggal sebanyak 49 memenuhi syarat mendapatkan bantuan. Dia berharap, korban konflik sampang dapat diterima dan mambaur dengan masyarakat lainnya sehingga mereka dapat kembali menata hidup.

“Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat. Mari bersama-sama kita bersatu untuk membangun Indonesia maju dan sejahtera. Tidak ada lagi konflik,” kata Mensos seusai menyerahkan kartu secara simbolis di Hotel Vasa, Surabaya, Kamis (12/12/2019) malam.

Dalam kesempatan ini, Mensos juga menyampaikan apresiasi terhadap kerja keras segenap sumber daya manusia (SDM) Program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) dalam mewujudkan penyaluran tepat sasaran ke tangan keluarga penerima manfaat (KPM).

“BPNT sebagai salah satu program unggulan Kemensos telah terbukti berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan. Hal ini tentunya tak lepas dari peran pendamping. Kalian merupakan pejuang kesejahteran sosial. Tanpa kalian, kami (Kemensos) tidak bisa apa-apa,” ujarnya.

Sebanyak 269 orang pendamping bantuan sosial (bansos) pangan menghadiri acara ini. Mereka berasal dari enam provinsi, khususnya  wilayah III yang terdata dalam Ditjen Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kemensos, yakni Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Barat dan Jawa Timur.

Penguatan kapasitas pendamping juga diikuti para pendamping dari kalangan milenial. Dia yakin, keterlibatan generasi melenial akan menjadikan program sosial berjalan baik. Sebab, mereka memiliki pola pikir terbuka dan mampu mengikuti perkembangan zaman.

“Ini (pendamping dari kalangan milenial) harus diberdayakan supaya jangan sampai keuntungan ini malah menjadi bencana. Artinya, generasi muda harus benar-benar memberikan warna bagi kehidupan bangsa dan negara,” tuturnya.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyambut baik bantuan yang diberikan kepada penyintas Sampang. Selain itu, dia juga mendukung penuh penyaluran BPNT di Jatim. Sebagai bentuk dukungan, Khofifah menjelaskan jika saat ini daerahnya surplus 2,8 miliar butir telur yang dapat digunakan sebagai bagian BPNT.

“Jawa Timur memproduksi 8,2 miliar butir telur. Kami berharap bapak (Mensos Juliari) memperbanyak bansos pangan di sini,” kata Khofifah.


Editor : Donald Karouw