Mayat dalam Koper di Blitar Ternyata Guru Honorer SD di Kediri

Ihya Ulumuddin, Robby Ridwan, Afnan Subagio ยท Kamis, 04 April 2019 - 09:10:00 WIB
Mayat dalam Koper di Blitar Ternyata Guru Honorer SD di Kediri
Proses evakuasi mayat di dalam koper yang ditemukan warga di bawah jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur (Jatim), Rabu (3/4/2019). Foto: iNews/Roby Ridwan)

KEDIRI, iNews.id – Mayat laki-laki yang ditemukan dalam koper di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur (Jatim), ternyata berprofesi sebagai guru honorer. Korban teridentifikasi bernama Budi Hartanto, warga Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kediri.

Keluarga korban, Nasukhan mengatakan, Budi berprofesi sebagai guru honorer di SDN Banjarmelati Kelurahan Banjarmelati. Selain mengajar, Budi, juga menjadi guru les menari.

Bahkan, Rabu kemarin, Budi juga sempat mengabarkan kepada dirinya tentang rencana murid-murid les-nya untuk mengikuti lomba menari. “Kemarin siang masih komunikasi. dia mengabarkan lewat WhatsApp bahwa akan ada lomba menari,” katanya.

Keluarga korban pun syok mengetahui Budi tewas dengan kondisi mengenaskan. Apalagi, selama ini Budi dikenal baik dan supel. Tidak hanya di lingkungan kerja, tetapi juga di lingkungan tetangga.

“Kami kaget begitu dikabari polisi, Budi meninggal. Apalagi, dengan kondisi seperti itu,” kata Nasukhan.

Sebelumnya, warga menemukan mayat laki-laki tanpa identitas di dalam koper di Kota Blitar, Jatim, Rabu (3/4/2019). Mayat tersebut ditemukan warga tepatnya di bawah jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu.

Warga menemukannya saat mencari rumput di tepi sungai. Dia kemudian mendapati sebuah koper tergeletak di sana. Saat dia dekati, dia pun kaget karena melihat ada kaki manusia keluar dari koper.

“Saya dapat laporan dari warga. Katanya ada mayat dalam koper. Setelah saya cek ternyata benar. Langsung saya lapor polisi,” kata Kepala Desa Karanggondang Edy Sucipto.

Edy dan sejumlah warga langsung mendatangi lokasi dan memeriksa koper tersebut. Namun tidak ada yang berani membuka koper secara utuh untuk memastikan kondisi korban. Mereka tidak berani membuka koper sebelum polisi datang.

“Ketika polisi datang, kami melihat korban telanjang bulat, dan dalam kondisi meringkuk,” ujar Edy.

Polisi yang mendapat informasi langsung ke lokasi. Namun, polisi masih menyelidiki identitas dan penyebab pasti tewasnya korban yang ditemukan dalam kondisi telanjang bulat. Untuk sementara, korban diduga dibunuh, lalu dimasukkan dalam koper.

“Mayat masih menunggu proses autopsi. Tadi petugas baru olah TKP sementara. Mayatnya berjenis kelamin laki-laki, umurnya kurang lebih 20 tahun,” kata Kasat Reskrim Polres Blitar, AKP Heri Sugiono di TKP penemuan mayat, Rabu (3/4/2019).

Editor : Maria Christina