Mata Kanan Polisi Korban Teror Ketapel Belum Bisa Melihat

Rahmat Ilyasan ยท Selasa, 27 November 2018 - 15:19 WIB
Mata Kanan Polisi Korban Teror Ketapel Belum Bisa Melihat
Anggota Sat Lantas Polres Lamongan, Jatim, yang menjadi korban teror ketapel, Bripka Andreas AP, masih dirawat di RSU Bhayangkara Polda Jatim, Surabaya, Jatim, Selasa (27/11/2018). (Foto: iNews/Rahmat Ilyasan)

SURABAYA, iNews.id – Anggota Sat Lantas Polres Lamongan, Jawa Timur (Jatim), yang menjadi korban teror ketapel, Bripka Andreas AP, hingga saat ini belum bisa melihat dengan mata kanannya. Korban masih dirawat intensif di Ruang Anggrek Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jatim.

Bripka Andreas mengatakan, setelah dokter melakukan observasi, mata kanannya belum bisa melihat. Dia hanya bisa melihat gelap, namun terlihat sedikit cahaya remang-remang.

“Kemarin sudah buka jahitan. Untuk saat ini, sudah agak membaik, cuma pandangan masih belum jelas. Kalau melihat masih gelap. Cuma untuk fokus cahaya kemarin dicoba, ada sedikit terlihat cahaya,” kata Bripka Andreas, Selasa (27/11/2018).

Sementara rasa nyeri di matanya sudah berkurang dan jarang terasa. Sekarang tinggal perawatan matanya yang belum bisa melihat dengan jelas. Rencananya, dokter masih akan memeriksa kondisi kornea matanya.

“Hari ini mungkin rencana dilihat lagi untuk cek kornea. Dimungkinkan juga bisa operasi lagi. Saya masih menunggu petunjuk dari dokter yang menangani. Saya cuma mohon doanya rekan-rekan,” katanya.

Bripka Andreas mengaku, merasa sedikit trauma atas teror yang membuat penglihatannya terganggu. Kejadiannya begitu cepat. Saat itu, dia duduk bersama anggota sekuriti dalam pengamanan. Namun, tiba-tiba orang tak dikenal meneror dengan mengetapel matanya. Meskipun mengalami luka di mata, Bripka Andreas tetap melakukan perlawanan dengan mengejar pelaku hingga tertangkap.

“Ya, namanya kejadiannya begitu, setiap orang pasti merasakan trauma. Tapi, saya juga berterima kasih atas support rekan-rekan semua sehingga saya tetap semangat. Saat ini, saya fokus pada pengobatan mata saya,” paparnya.

Mata Bripka Andreas terluka saat pos polisi di komplek Wisata Bahari Lamongan (WBL) Paciran, Lamongan, diserang dua pria misterius, Selasa (20/11/2018) dini hari. Kedua pelaku melemparkan batu dan menyerang petugas jaga.

Peristiwa ini terjadi saat Bripka AA dinas malam di pos penjagaan dekat WBL. Sekitar pukul 01.00 WIB, tiba-tiba dua orang datang. Mereka melemparkan batu dan merusak pos. Saat itulah Bripka AA spontan mengejar.

Sampai di Pasar Blimbing, Paciran, pelaku bukannya kabur, tetapi malah menghadang laju motor polisi itu. Saat itulah pelaku mengeluarkan ketapel dan menyerang petugas tersebut. Bripka AA ditembak menggunakan peluru kelereng dan tepat mengenai mata kanan.


Editor : Maria Christina