Masjid Muhammad Cheng Ho Surabaya, Jejak Syiar Islam Laksamana Tiongkok di Jawa

Hari Tambayong ยท Sabtu, 11 Mei 2019 - 04:30 WIB
Masjid Muhammad Cheng Ho Surabaya, Jejak Syiar Islam Laksamana Tiongkok di Jawa
Masjid Muhammad Cheng Ho di Kota Surabaya berasitektur unik ala Tiongkok. (Foto: iNews.id/Hari Tambayong)

SURABAYA, iNews.id - Masjid Muhammad Cheng Ho di Kota Surabaya, Jawa Timur merupakan masjid yang unik dan berornamen khas Tionghua. Meski bangunan masjid tidak begitu besar, masjid tersebut memiliki sejarah penting dalam penyebaran ajaran agama Islam.

Masjid tersebut juga merupakan masjid pertama di Indonesia yang gaya arsitekturnya mengadopsi bentuk bangunan kelenteng atau rumah peribadatan bagi kaum Tri Dharma.

Masjid itu dibangun sebagai bentuk penghormatan pada Laksamana Cheng Ho, bahariawan Muslim Tiongkok yang turut menyebarkan ajaran Islam melalui jalur perdagangan di Indonesia.

Masjid Cheng Ho berbeda dengan bangunan masjid pada umumnya. Bentuknya yang unik membuat kagum bagi masyarakat yang memanfaatkan beribadah di masjid yang diresmikan Menteri Agama Said Agil Husin Al Munawar pada 28 Mei 2003 lalu.

Pengurus Masjid Muhammad Cheng Ho, Ustaz Liem Fuk Shan atau Hasan Basri Fu mengatakan, Masjid Muhammad Cheng Ho memiliki ukuran bangunan 11 x 11 meter dan ornamen atap dibentuk persegi delapan dengan tiga tingkat mirip pagoda.

“Ornamen itu mempunyai arti angka delapan yakni, angka keberuntungan dalam budaya Tionghoa. Masjid tersebut didominasi warna merah yang dipadu dengan warna kuning emas simbol dari kebahagiaan dan kedamaian,” katanya, Jumat (10/5/2019).

Hasan Basri Fu mengatakan, di dalam ruangan utama masjid terdapat lantai untuk tempat salat dengan atap berornamen tulisan kaligrafi.

Pintu masjid dibangun tanpa menggunakan daun pintu yang melambangkan bahwa masjid terbuka bagi siapa saja umat yang melakukan beribadah di masjid ini termasuk juga mempunyai tempat berwudlu sebanyak empat tempat yang dibagi untuk jamaah pria dan wanita.

Yang menarik pada sisi bangunan belakang atau berdekatan dengan ruang salat perempuan, ada sebuah replika kapal dengan relief pedagang asal Tionghua. Relief itu menggambarkan penyebaran agama Islam.

Selain itu, terdapat beduk masjid yang ditempatkan pada pojok lorong bangunan.

Pada Bulan Ramadhan seperti tahun ini, Masjid Muhammad Cheng Ho selalu ramai dipadati jamaah. Selain melakukan ibadah juga untuk melihat keunikan bangunan masjid .


Editor : Kastolani Marzuki