Maling Motor di Rusun, Pemuda Surabaya Ini Nyaris Meregang Nyawa

Yudha Prawira ยท Selasa, 15 September 2020 - 15:12 WIB
Maling Motor di Rusun, Pemuda Surabaya Ini Nyaris Meregang Nyawa
Aksi warga yang tengah menghajar seorang maling motor di Rusun Tanah Merah Surabaya. (Foto: iNews/Yudha Prawira)

SURABAYA, iNews.id - Seorang pemuda di Surabaya, Jawa Timur (Jatim) babak belur dikeroyok massa setelah tertangkap tangan mencuri sepeda motor. Beruntung pelaku berhasil diselamatkan setelah aparat bersusah payah mengevakuasi dan mengamankannya ke kantor polisi.

Rohman (29) asal Jalan Jatipurwo nyaris meregang nyawa usai tertangkap warga mencuri motor yang parkir di Rumah Susun (Rusun) Tanah Merah Surabaya. Puluhan orang menangkap serta menghajarnya.

Beruntung aparat keamanan dari Polsek Kenjeran yang tiba di lokasi berhasil mengevakuasi pelaku. Meski sudah ditangkap polisi, warga tetap berusaha menghakimi pelaku.

Kepada polisi, pelaku mengaku mencuri sepeda motor yang diparkir di area rusun bersama seorang temannya bernama ROS. Sayang, rekan pelaku berhasil melarikan diri setelah aksi mereka kepergok warga.

Bahkan ROS berhasil kabur dengan membawa sepeda motor curian milik korban bernama Sirait.

Pelaku juga mengaku telah tiga kali melakukan aksi pencurian sepeda motor di lokasi yang sama. Seluruh sepeda motor curian dijual ke Madura dengan harga Rp2 juta.

Hasilnya dia gunakan untuk foya-foya di tempat hiburan malam. "Hasilnya saya pakai untuk dugem," katanya.

Sementara Kapolsek Kenjeran, Kompol Esti mengatakan, selain tersangka, polisi mengamankan barang bukti kunci letter T yang digunakan untuk beraksi.

"Tertangkapnya pelaku atas bantuan masyarakat. Pelaku menuntun sepeda motor curian lalu diketahui warga sehingga diteriaki maling," katanya saat rilis kasus, Senin (14/9/2020).

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Polisi juga masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lain yang identitas dan tempat persembunyiannya sudah diketahui.


Editor : Umaya Khusniah