Ledakan Petasan Robohkan Rumah di Malang, 1 Tewas 1 Kritis

Achmad Saif Hajarani ยท Minggu, 27 Mei 2018 - 15:46 WIB
Ledakan Petasan Robohkan Rumah di Malang, 1 Tewas 1 Kritis
Petugas memasang garis polisi di lokasi ledakan petasan yang mengakibatkan sebuah rumah di Kabupaten Malang luluh lantak, Minggu (27/5/2018). (Foto: iNews/Achmad Saif Hajarani)

MALANG, iNews.id - Sebuah rumah di Kabupaten Malang, Jawa Timur, roboh akibat ledakan petasan. Akibat kejadian ini, satu orang tewas sementara pemilik rumah kritis dan harus dirawat intensif di rumah sakit. Diduga ledakan berasal dari petasan yang sedang diracik korban.

Warga Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dikejutkan dengan sebuah ledakan besar di tengah permukiman padat penduduk, Minggu (27/5/2018) siang. Sumber ledakan berasal dari rumah milik Ali Maskur.

Akibat ledakan itu, rumah Ali Maskur yang juga diduga menjadi tempat produksi petasan ini hancur berantakan. Tak hanya itu sedikitnya tujuh rumah lainnya juga rusak akibat ledakan ini.

Ledakan dahsyat itu juga mengakibatkan satu orang tewas atas nama Suin. Sementara Ali Maskur, sang pemilik rumah kritis akibat luka bakar yang mencapai 60 persen. Dia pun kini harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Dari keterangan warga sekitar, meski tak setiap hari memproduksi petasan, Ali Maskur diketahui kerap meracik petasan yang akan digunakan untuk perayaan lebaran nanti. “Yang meninggal itu baru ikut (membuat petasan). Kalau pemilik rumah memang tiap tahun bikin petasan. Sudah seperti pekerjaannya,” kata Bahrul Ulum, tetangga korban yang ditemui di lokasi kejadian, Minggu (27/5/2018).

Bahrul menjelaskan, akibat pekerjaannya itu, Ali Maskur sudah kerap kali ditangkap polisi. “Dua tahun kemarin juga dia ditangkap polisi. Tahun ini mungkin belum ditangkap. Setiap Ramadan dia bikin petasan karena pesanan memang lagi banyak,” ucapnya.

Polisi yang mendapatkan laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menyisir lokasi ledakan. Polisi mengamankan ratusan selongsong petasan berbagai ukuran sebagai barang bukti.

Hingga kini, polisi belum dapat menyimpulkan penyebab terjadinya ledakan. Namun diduga saat ledakan terjadi kedua korban sedang meracik petasan. “Dari hasil oleh TKP kami mengamankan beberapa selongsong petasan yang belum ada isinya dengan ukuran bervariasi. Itu yang bisa kami amankan sebagai barang bukti,” kata Kapolsek Lawang, Kompol Gaguk Sulistiyo Budi.

Untuk menghindari ledakan susulan, polisi mengerahkan pemadam kebakaran untuk membasahi lokasi kejadian. Pasalnya, dicurigai masih ada bahan peledak di balik reruntuhan rumah. Selain itu, petugas juga memasang garis polisi untuk mengamankan lokasi.


Editor : Himas Puspito Putra