Ledakan Petasan di Situbondo, 2 Orang Tewas dan 5 Korban Masih Dirawat
SITUBONDO, iNews.id - Jumlah korban tewas akibat ledakan petasan di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, kembali bertambah. Seorang remaja bernama Abdurrahman (15) meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit, Jumat (27/2/2026).
Dengan demikian, total korban jiwa akibat ledakan petasan menjadi dua orang. Selain itu lima korban lainnya mengalami luka bakar dan patah tulang.
Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie membenarkan kabar duka tersebut. Abdurrahman sebelumnya dirawat di RSUD Abdur Rahem Situbondo sebelum dirujuk ke RSUD dr Soebandi Jember.
"Kami mendapat laporan bahwa salah satu korban ledakan petasan meninggal dunia setelah menjalani perawat medis di rumah sakit jember, " kata mantan Penyidik KPK tersebut dikutip dari iNews Wonosobo, Sabtu (28/2/2026).
Korban diketahui mengalami luka bakar hingga 90 persen sebelum akhirnya meninggal dalam penanganan tim medis.
Dalam tragedi ledakan petasan Situbondo ini, dua korban tewas yakni Supriyadi (50), meninggal setelah tertimpa reruntuhan bangunan roboh. Abdurrahman (15) meninggal akibat luka bakar.
Ledakan dahsyat tersebut juga menghancurkan rumah milik Kulsum (60) serta merusak belasan rumah warga di sekitar lokasi.
Kasatreskrim Polres Situbondo AKP Agung Hartawan mengatakan, polisi masih terus mendalami kronologi pasti ledakan petasan tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi.
"Kami telah memeriksa 11 orang saksi tentang insiden ledakan tersebut, mereka merupakan tetangga atau warga sekitar ledakan," katanya.
Menurutnya, kronologi lengkap belum dapat disampaikan karena beberapa korban masih mengalami trauma. Identitas lima korban luka bakar yang masih dirawat yakni Samsul (22), Kulsum (60), Riko (25), Fino (25) dan Faiz (20). Kondisi mereka dilaporkan berangsur membaik.
Mereka sebelumnya dirawat di RSUD Asembagus Situbondo dan kini telah diperbolehkan menjalani rawat jalan di rumah.
Sebelumnya, ledakan keras diduga berasal dari bahan petasan menggegerkan warga Desa Sumberanyar pada Rabu (18/2/2026). Dentuman kuat membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah.
Selain menimbulkan korban jiwa, ledakan juga menyebabkan kaca jendela pecah serta getaran terasa di sejumlah rumah warga. Di lokasi, polisi menemukan sejumlah petasan berdiameter sekitar 4 sentimeter dengan panjang 15 sentimeter yang diduga siap diedarkan.
Editor: Donald Karouw