Layang-Layang Tersangkut di Jaringan PLN, 600 Gangguan Listrik Terjadi di Jatim

Antara · Selasa, 06 Oktober 2020 - 12:55:00 WIB
Layang-Layang Tersangkut di Jaringan PLN, 600 Gangguan Listrik Terjadi di Jatim
Ilustrasi layangan tersangkut di kabel listrik. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, iNews.idLayang-layang menyebabkan terjadinya 600 gangguan listrik di Jawa Timur (Jatim) hingga bulan September. Sedikitnya 9,7 juta pelanggan PLN terdampak pemadaman listrik.

"Kami tak hentinya menggalakkan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya bermain layangan di dekat jaringan listrik," kata General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jatim, Nyoman S Astawa, Senin (5/10/2020).

Dia menambahkan, sejak Juni 2020, PLN sering patroli jaringan untuk mengantisipasi benda-benda terkena jaringan, salah satunya layang-layang. Jika benda ini tersangkut di jaringan, maka dapat menghambat keandalan pasokan listrik.

Faktanya, ratusan kali layang-layang menyebabkan gangguan pada saluran udara Tegangan Menengah (SUTM) 20 kV. Jumlah gangguan tertinggi terjadi pada Agustus, sebanyak 207 kali.

Sedangkan untuk bulan September 2020, terjadi gangguan akibat layang-layang sebanyak 204 kali. Gangguan terbanyak terjadi di wilayah kerja PLN UP3 Mojokerto yakni sebanyak 40 kejadian.

Data terkini, pada Sabtu (3/10/2020) malam, sejumlah wilayah di Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek dan Nganjuk juga mengalami pemadaman listrik. Kondisi ini terjadi di penghantar 150kV Manisrejo-Nganjuk 1 dan 2 tepatnya pada 18.03 WIB.

"Berdasarkan hasil penelusuran dan investigasi Tim PLN Unit Induk Transmisi Jawa Timur & Bali, di lokasi diketemukan sebuah layang - layang menyangkut di jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150kV Manisrejo-Nganjuk," katanya.

Dia pun mengimbau masyarakat yang bermain layang-layang agar menjauhi jaringan listrik PLN. Jika ada pemadaman, maka yang dirugikan yakni masyarakat luas.

Editor : Umaya Khusniah

Bagikan Artikel: