Lapak Pasar Malam di Ponorogo Roboh Diterjang Angin Kencang, Seorang Warga Tewas

Antara ยท Minggu, 08 Desember 2019 - 08:01 WIB
Lapak Pasar Malam di Ponorogo Roboh Diterjang Angin Kencang, Seorang Warga Tewas
Petugas berusaha menyingkirkan pohon perdu yang tumbang dan menutup jalan di Balong, PonorogoJatim, Sabtu (7/12) (Foto ANTARA/HO BPBD Ponorogo)

PONOROGO, iNews.idAngin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur (Jatim), merenggut satu korban jiwa pada Sabtu (7/12/2019). Seorang pemuda bernama Chandra (26) tewas setelah bangunan lapak pasar malam di Desa Singkil, Kecamatan Balong roboh diterjang angin kencang saat terjadi hujan lebat.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo Setyo Budiono mengatakan, dalam peristiwa ini korban meninggal di lokasi kejadian.

"Korban diketahui berasal dari Padang Pariaman, Sumatera Barat. Saat ditemukan kondisinya sudah tidak bernyawa. Korban luka cukup serius di bagian kepala akibat tertimpa lapak pasar malam tempatnya bekerja," ujar Setyo Budiono, Sabtu (7/12/2019) malam.

BACA JUGA: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Sumut, Waspada Banjir dan Longsor

Selain menewaskan seorang pekerja hiburan pasar malam, hujan disertai angin kencang yang terjadi antara pukul 15.00 WIB hingga 17.00 WIB itu juga menyebabkan belasan pohon perdu pinggir jalan umum tumbang.

BPBD Ponorogo mencatat setidaknya kejadian pohon tumbang terjadi pada empat kecamatan. Yakni Kecamatan Balong, Slahung, Bancar dan Kecamatan Bungkal.

Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas terganggu, aliran listrik di sebagian wilayah mengalami pemadaman karena jaringan kabel putus tertimpa pohon tumbang.

"Tapi semua sudah bisa diatasi berkat langkah penanganan yang dilakukan BPBD bekerja sama dengan jajaran TNI dan Polri serta warga sekitar di lokasi-lokasi kejadian," katanya.

Setyo mengimbau masyarakat di seluruh Ponorogo untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi meningkatnya potensi bencana seiring datangnya musim penghujan.


Editor : Donald Karouw