Lantik Wali Kota Mojokerto, Soekarwo: Jangan Lupa Janji saat Kampanye

Ihya Ulumuddin, Hari Tambayong ยท Senin, 10 Desember 2018 - 14:39 WIB
Lantik Wali Kota Mojokerto, Soekarwo: Jangan Lupa Janji saat Kampanye
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo melantik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mojokerto terpilih, Ika Puspitasari dan Ahmad Rizal Zakaria, di Gedung Negara Grahadi, Senin (10/12/2018). (Foto: iNews/Hari Tambayong)

SURABAYA, iNews.id – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo melantik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mojokerto terpilih, Ika Puspitasari dan Ahmad Rizal Zakaria, di Gedung Negara Grahadi, Senin (10/12/2018). Keduanya diambil sumpah untuk memimpin Kota Mojokerto periode 2018-2023 mendatang.

Selain memberi ucapan selamat, pesan penting juga disampaikan Soekarwo kepada pasangan yang diusung Partai Golkar tersebut. Soekarwi meminta mereka memenuhi janji kampanye, tetap menyapa masyarakat, serta merangkul semua lapisan masyarakat, termasuk mantan kompetitor dan pendukungnya.

“Saat kampanye suka menyapa, tetapi kalau sudah jadi tidak suka. Entah karena lupa atau pura-pura lupa. Nah, penyakit seperti itu jangan sampai ada,” kata Soekarwo saat memberi sambutan pada pelantikan, Senin (10/12/2018).


Soekarwo mengatakan, kebiasaan buruk tersebut kerap terjadi pada kepala daerah terpilih. Karena misi dan cita-citanya untuk berkuasa telah terpenuhi, kebiasaan baik saat berkampanye menjadi hilang.

Tak hanya itu, Pakde Karwo, panggilan akrab Soekarwo juga meminta kepada wali kota-wakil wali kota Mojokerto untuk menghilangkan batasan pro dan kontra selama masa menjelang pilkada. Dengan demikian, harmonisasi kehidupan bermasyarakat berjalan baik.

Lebih penting lagi, kepala daerah mesti rajin berkomunikasi dengan para pimpinan di level daerah seperti pimpinan DPRD, kapolresta, kajari, dandim, serta tokoh masyarakat dan pejabat setempat lainnya.

“Lebih baik korbankan waktu untuk mendatangi mereka. Ajak semuanya bersama-sama menyukseskan pembangunan di Kota Mojokerto,” kata politisi Partai Demokrat ini.


Sementara itu, untuk menyukseskan program pembangunan daerah, lanjut Soekarwo juga harus menyesuaikan visi misi yang telah disusun dengan program milik pemerintah pusat dan provinsi. Sebab, bupati/wali kota merupakan wakil pemerintah pusat maupun provinsi di daerah.

“Aturannya sesuai perundang-undangan, harus berkesinambungan dengan nasional dan provinsi. Silakan berkonsultasi dengan Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Jatim untuk merumuskannya,” katanya.


Editor : Maria Christina