Laki-laki di Malang Ditangkap karena Buat Order Fiktif di Aplikasi Transportasi Online

Sindonews.com, Lukman Hakim ยท Rabu, 26 Februari 2020 - 15:57 WIB
Laki-laki di Malang Ditangkap karena Buat Order Fiktif di Aplikasi Transportasi Online
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menunjukkan sejumlah barang bukti milik pelaku order fiktif. (Foto: SINDOnews/Lukman Hakim)

SURABAYA, iNews.id – Laki-laki di Malang, Jawa Timur (Jatim) ditangkap polisi karena diduga melakukan order fiktif melalui salah satu aplikasi transportasi online. Untuk melancarkan aksinya, pelaku menggunakan 40-an unit handphone dengan lebih dari 8.850 kartu seluler.

Pelaku, MF (35), warga Kota Malang ini awalnya ditangkap karena polisi karena jadi bandar judi online. Setelah digerebek dan digeledah di rumahnya di Kota Malang, ternyata dia merupakan pelaku order fiktif.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, mengatakan MF melakukan aksinya sejak Agustus 2019. Dia ditangkap Tim Resmob Jogoboyo Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim pada Februari 2020.

“MF berpura-pura menjadi mitra Gojek dengan membuat 41 akun driver Gojek," katanya saat ekspos kasus, Rabu (26/2/2020).

Kepada polisi, tersangka juga mengaku membuat 31 akun restoran dan puluhan akun customer. Akun-akun palsu itu dibuat tersangka dengan menggunakan data pribadi orang lain.

Dengan akun-akun palsu itu, tersangka melakukan transaksi palsu. Transaksi yang digunakan biasanya GoFood dan GoBiz.

"Tersangka memperoleh keuntungan dari poin yang diberikan Gojek berdasarkan jumlah transaksi tertentu. Hal itu merugikan Gojek," kata Luki.

Sementara itu, Regional Head Corporate Affais Gojek Wilayah Jatim & Bali, Nusra Alfianto Domy Aji mengatakan, akibat perbuatan tersangka, Gojek mengalami kerugian hingga Rp400 juta.

"Perbuatan tersangka ini merugikan kepada mitra-mitra kami yang bekerja secara baik," katanya.


Editor : Umaya Khusniah