Kronologi Lift Anjlok dari Lantai 5 Proyek RSI Unisma yang Tewaskan 4 Orang

Deni Irwansyah ยท Selasa, 08 September 2020 - 21:35 WIB
Kronologi Lift Anjlok dari Lantai 5 Proyek RSI Unisma yang Tewaskan 4 Orang
Suasana di lokasi kecelakaan kerja proyek pembangunan perluasan RS Unisma Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (8/9/2020). (Foto: iNews/Deni Irwansyah)

MALANG, iNews.id – Lift rakitan yang mengangkut 11 pekerja tiba-tiba anjlok dari lantai 5 Proyek pembangunan rumah sakit Islam (RSI) Universitas Islam Malang (Unisma), Selasa (8/9/2020).

Akibat kejadian itu, empat pekerja tewas seketika di lokasi pembangunan gedung di di Jalan MT Hariono Lowokwaru Kota Malang. Sedangkan enam pekerja lainnya luka-luka, dan satu orang selamat.

Keempat pekerja yang tewas yakni, Lukman, Kasianto, dan Agus. Ketiganya warga Pakis. Kemudian, Subekhi, warga Jabung, Kabupaten Malang. Sementara identitas korban luka-luka dan selamat belum diketahui.

Kepala keamanan RSI Unisma, Budi Santoso mengatakan, insiden lift anjlok dari lantai 5 gedung itu sempat mengakibatkan suara dan getaran yang cukup kuat.

Dia kemudian mengetahui, ada 11 orang pekerja yang menumpang di lift yang sudah terjatuh tersebut. Lift itu seharusnya dipergunakan untuk mengangkut bahan bangunan.

“Ada empat orang pekerja yang tewas seketika, enam orang luka-luka, dan satu orang selamat,” kata Budi Santoso.

Diduga kecelakaan ini terjadi setelah seling besi lift rakitan terputus karena tidak kuat menyangga beban berat muatan 11 orang pekerja.

Pascakecelakaan di RS Unisma Malang, ambulans terus berdatangan mengevakuasi enam orang pekerja yang luka-luka setelah terjatuh dari lantai 5 proyek pembangunan gedung baru rumah sakit.

Sementara empat pekerja tewas langsung dibawa ke rumah sakit untuk divisum. Jenazah para korban selanjutnya dipulangkan ke rumah duka masing-masing.

Kasus kecelakaan kerja ini masih dalam penanganan petugas Reskrim Polresta Malang Kota.

Petugas langsung mengolah TKP serta memeriksa pekerja yang menjadi saksi kejadian.


Editor : Kastolani Marzuki