Kota Batu Tak Terapkan PSBB karena Ada Kriteria Belum Terpenuhi

Antara ยท Rabu, 08 April 2020 - 19:49:00 WIB
Kota Batu Tak Terapkan PSBB karena Ada Kriteria Belum Terpenuhi
Kota Batu, Jawa Timur. (Foto: Antara)

KOTA BATU, iNews.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, Jawa Timur (Jatim) menyatakan beberapa kriteria penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) belum terpenuhi. Maka dari itu skema PSBB ini belum diperlukan untuk diterapkan di Kota Apel ini.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batu, M Chori, mengatakan, salah satu kriteria yang harus dipenuhi untuk penerapan PSBB adalah, peningkatan jumlah kasus, termasuk penyebaran Covid-19 yang signifikan ke beberapa wilayah.

"Melihat perkembangan dan situasi saat ini, untuk sementara Pemerintah Kota Batu belum mengajukan PSBB," kata Chori, Rabu (8/4/2020)

Kriteria lain yang harus dipenuhi untuk penerapan PSBB adalah terdapat kaitan epidemiologis yang serupa dengan kejadian di wilayah, atau negara terdampak lain. Terkait hal itu, daerah juga harus menyertakan data lengkap dengan kurva epidemiologi.

Sebagai catatan, di Kota Batu, tercatat ada satu kasus positif Covid-19. Data lainnya, sebanyak 828 orang berstatus Orang Dengan Risiko (ODR), 24 Orang Tanpa Gejala (OTG), 104 berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan tiga orang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Dengan tidak mengajukan pemberlakuan skema PSBB tersebut, Pemkot Batu akan mengoptimalkan penerapan skema social distancing dan physical distancing, yang sudah diterapkan beberapa waktu terakhir.

"Kami mengoptimalkan social distancing dan physical distancing yang sudah dijalankan selama ini," ujar Chori.

Saat ini, tercatat sebanyak dua orang berstatus PDP telah dinyatakan sembuh dan negatif Covid-19. Sedangkan satu orang lainnya masih menunggu hasil tes, namun saat ini dalam kondisi membaik dan sudah dalam persiapan pulang.

"Sementara untuk pasien konfirm positif sudah di swab pada Senin, 6 April 2020, diperkirakan hasilnya keluar tiga hingga empat hari lagi," ujar Chori.

Sebelumnya, tiga kepala daerah di wilayah Malang Raya, yakni Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu, telah melakukan pertemuan dan sepakat untuk melaksanakan PSBB secara bersama, sebagai satu kawasan.

Namun, Kabupaten Malang dan Kota Batu, akhirnya memilih tidak melaksanakan PSBB tersebut, dikarenakan ada beberapa kriteria yang belum terpenuhi untuk menjalankan skema itu.

Berdasarkan data dari Provinsi Jatim, di wilayah Malang Raya tercatat ada 19 kasus positif Covid-19. Di Kota Malang, ada delapan orang yang positif corona, dimana empat orang di antaranya telah dinyatakan sembuh.

Sementara di wilayah Kabupaten Malang, sebanyak 10 orang dinyatakan positif Covid-19, dimana empat orang dinyatakan sembuh, satu orang meninggal dunia, dan lainnya masih dalam perawatan.


Editor : Umaya Khusniah