Korban Tewas Kecelakaan Bus Maut Rombongan Guru TK di Blitar Dimakamkan

Robby Ridwan, Antara ยท Sabtu, 07 Desember 2019 - 19:20 WIB
Korban Tewas Kecelakaan Bus Maut Rombongan Guru TK di Blitar Dimakamkan
Petugas mengevakuasi bus maut rombongan guru TK se-Kecamatan Tulungagung dari sungai di jalan raya Kesamben, Blitar, Jawa Timur, mulai dimakamkan, Sabtu (7/12/2019). (Foto: iNews/Robby Ridwan)

TULUNGAGUNG, iNews.id – Korban yang tewas dalam kecelakaan bus maut rombongan guru TK se-Kecamatan Tulungagung di jalan raya Kesamben, Blitar, Jawa Timur, mulai dimakamkan, Sabtu (7/12/2019). Para korban sebelummya sempat dibawa ke sejumlah rumah sakit di Blitar.

Salah satu korban kecelakaan mau itu yakni, Anita Tursiana (46), guru TK. Korban dimakamkan setelah jenazah diserahkan kepada keluarga di rumah duka di Desa Serut, Kecamatan Boyolangu.

Kepergian ibu satu anak itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kalangan tetangga, dan sejawatnya di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan TK CPS. Korban semasa hidup dikenal enerjik dan inovatif dalam pengembangan sekolah yang berada di bawah Yayasan CPS.

“Kepergian beliau menjadi kehilangan terbesar bagi kami semua,” kata Yeni Widawati, sejawat guru korban di PAUD dan TK CPS.

 

BACA JUGA:

Bus Rombongan Guru TK Terjun ke Sungai di Blitar, 4 Tewas di Tempat

Korban Tewas Kecelakaan Bus Maut di Blitar Bertambah Jadi 5 Orang

 

Tiga korban lain dalam kecelakaan lalu lintas bus Fabian Anugrah Trans nopol AG 7555 UR dilaporkan juga segera dimakamkan di TPU asal desa masing-masing. Ketiga korban meninggal masing-masing berlatar belakang kepala TK dan pengawas TK di lingkup Kecamatan Tulungagung itu, yakni Siti Fatimah (50), warga Kecamatan Gondang; Naksabandi (58), warga Desa Balerejo, Kecamatan Kauman, serta Kasihatin, kepala sekolah TK Perwari, Tulungagung.

Kabag Humas Pemkab Tulungagung Galih Nusantoro memastikan para korban baik yang meninggal, luka berat, sedang, maupun ringan, telah mendapat penanganan memadai. Mereka sebelumnya ditangani di rumah sakit di Blitar, yakni RSUD Ngudi Waluyo, RS Wafa Husada dan beberapa klinik layanan terdekat dari lokasi kecelakaan.

Empat dari lima korban meninggal dalam kecelakaan itu yang berasal dari Tulungagung telah dievakuasi ke rumah duka masing-masing, setelah dilakukan prosedur standar penanganan korban kecelakaan. Sementara tiga orang mengalami luka berat dan 17 lainnya luka ringan.

“Untuk yang luka berat masih diperlukan sejumlah tindakan observasi sehingga tidak bisa langsung dievakuasi ke Tulungagung (RSUD dr Iskak),” kata Galih.

Sementara untuk 17 korban luka ringan akan dirujuk ke RSUD dr Iskak. Hal ini sesuai dengan permintaan Bupati Tulungagung ke direktur RSUD Ngudiwaluyo saat membesuk para korban di RSUD Ngudiwaluyo ke rumah sakit milik Pemkab Blitar itu.

“Selama (nanti) dirawat di RSUD dr Iskak, Tulungagung biaya akan ditanggung pemerintah (daerah),” katanya.

 

BACA JUGA: 6 Korban Tewas Tol Cipali Dipulangkan ke Rumah Duka di Boyolali 

 

Sebelumnya diberitakan, bus pariwisata yang mengangkut rombongan guru TK asal Kabupaten Tulungagung, mengalami kecelakaan di jembatan Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. Kecelakaan maut itu mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.

Informasinya, guru pengawas dan kepala sekolah taman kanak-kanak asal Kabupaten Tulungagung itu rencananya menghabiskan akhir pekan di Pasuruan. Bus terperosok di jalan raya Kesamben tepatnya sebelah timur SPBU Kesamben. Lokasi kecelakaan juga dekat dengan jembatan di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar.

Kejadian berawal saat bus Fabian Anugrah Trans dengan nomor polisi AG 7555 UR melaju dari arah barat dan tepat di atas jembatan menghindari truk tronton yang sedang berhenti karena mogok. Bus lalu menghindar ke kanan dan menabrak satu sepeda motor dari arah timur. selanjutnya bus terjun ke sungai.


Editor : Maria Christina