Khofifah Ingin Bangun Asrama Nusantara, Stafsus Presiden: Ide Bagus, Saya Dukung

Antara ยท Rabu, 21 Agustus 2019 - 07:14 WIB
Khofifah Ingin Bangun Asrama Nusantara, Stafsus Presiden: Ide Bagus, Saya Dukung
Staf Khusus Presiden untuk Papua, Lenis Kogoya (dua kiri) berjabat tangan dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa disaksikan Wakil Gubernur Emil Dardak dan Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Selasa (21/8/2019). (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumud

SURABAYA, iNews.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan keinginannya untuk membangun asrama nusantara di provinsinya. Hal ini untuk menguatkan rasa Bhinneka Tunggal Ika antaramahasiswa dari berbagai suku yang ada di daerah Jatim.

"Sebetulnya kebhinekaan kita ini masih lapis luar, belum substantif. Oleh sebab itu, saya berpikir bagaimana kalau mahasiswa disiapkan asrama mahasiswa nusantara dengan meminta keikhlasan mahasiswa Jatim," ujarnya, seusai  pertemuan dengan Ikatan Keluarga Besar Papua Surabaya (IKBPS), Senin (19/8/2019) malam.

Orang nomor satu di Pemprov Jatim itu percaya, dengan adanya asrama nusantara maka akan muncul kepercayaan antarmahasiswa dari berbagai daerah.

"Maka, yang ada di dalam diri mereka itu bagaimana menjadi Indonesia dengan beragam suku, beragam bahasa dan adat istiadat yang akhirnya kemudian tepa saliranya akan muncul. Akan muncul kepercayaan," katanya.

Rencana ini pun diapresiasi Staf Khusus (Stafsus) Presiden untuk Papua, Lenis Kogoya. Dia memuji ide Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk membangun asrama nusantara sebagai bentuk penguatan rasa Bhinneka Tunggal Ika.

"Ibu Gubernur punya ide terobosan sangat bagus dan saya mendukung," ujarnya di sela pertemuan dengan Gubernur Jatim di Surabaya, Selasa (20/8/2019) malam.

Sebagai bentuk dukungan, pihaknya akan memberikan masukan agar prosesnya berjalan baik, kemudian tentang teknik di lapangan, pemerintah terus berkoordinasi dengan provinsi serta kabupaten dan kota.

Menurut ketua masyarakat adat Papua tersebut, jika nantinya jadi dibangun maka asrama nusantara harus memiliki kriteria khusus yang disiapkan dan programnya harus melengkapi kebutuhan di dalamnya.

"Salah satunya ada program nontunai, atau mahasiswa dibekali kartu untuk membantu kelengkapan selama belajar dan kebutuhan sehari-hari," tuturnya.


Editor : Donald Karouw