Siswa Aniaya Guru di Sampang

Khofifah Ingatkan Sekolah Fokus Benahi Moral dan Perilaku Anak

Ihya Ulumuddin · Jumat, 02 Februari 2018 - 16:41:00 WIB
Khofifah Ingatkan Sekolah Fokus Benahi Moral dan Perilaku Anak
Khofifah Indar Parawansa. (Foto: DOK iNews.id)

SURABAYA, iNews.id – Kasus penganiayaan guru SMA Negeri 1 Torjun, Sampang, Jawa Timur (Jatim), harus menjadi pembelajaran serius bagi semua instansi pendidikan. Sekolah tak boleh hanya fokus pada persoalan disiplin ilmu pengetahuan, tetapi juga harus membenahi moral dan perilaku anak.

Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa mengatakan, masalah ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Mendidik anak jangan sekadar transfer knowledge, tetapi juga transfer of attitude. "Dengan begitu, anak tidak hanya menguasai disiplin ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak yang baik,” kata Khofifah di sela-sela ziarah di Makam Pejuang Islam asal Malaka, Fatimah Binti Maimun di Leran, Gresik, Jumat (2/1/2018).

Ketua Yayasan Khodijah ini mengakui persoalan moral dan akhlak masih menjadi problem serius pendidikan di Indonesia. Sekolah terkadang hanya fokus membuat anak pandai, namun abai terhadap perilaku dan moral mereka. Karena itu, sering kali banyak anak pandai namun tidak memiliki akhlak yang baik.

“Itu kenapa Pak Jokowi (Presiden) selalu menekankan revolusi mental (karakter). Ini karena masih ada problem karakter di anak-anak kita. Anak harus diberi pendidikan moral sehingga dia bisa hormat kepada orang tua, hormat kepada guru, dan hormat kepada yang sudah sepuh (tua),” katanya.

Khusus mengenai proses hukum terhadap pelaku, Khofifah juga berharap polisi menggunakan Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Ini karena yang bersangkutan masih berstatus anak. “Pada proses hukum selanjutnya. Perlu juga ada psikososial therapy (pemulihan psikologi). Ini penting agar kasus tersebut tidak memunculkan trauma,” katanya.

Pemulihan psikologi ini bukan hanya untuk pelaku, tetapi juga keluarganya dan bahkan keluarga korban. Tujuannya agar kasus penganiayaan tersebut tidak lantas menghantui pikiran mereka yang pada akhirnya memunculkan trauma dan bahkan dendam. “Namanya trauma bisa muncul kapan saja. Maka, ini harus ikut ditangani. Bisa dari Pemkab Sampang sendiri atau kalau tidak ada ya dari pemeritah provinsi,” tuturnya.

Khofifah juga menyampaikan turut berbela sungkawa kepada keluarga korban. “Mudah-mudahan keluarga yang ditinggal tabah. Untuk korban, semoga khusnul khotimah,” ujarnya.


Terpisah, Kabid Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, tersangka HI sudah ditangani Polres Sampang. Pihaknya juga memastikan akan mengambil langkah tepat atas proses hukum untuk pelaku. “Pijakan kami adalah aturan. Maka, semua harus sesuai dengan aturan yang ada,” ujarnya.

Terkait kronologis kejadian, Barung menyatakan semua sama dengan kabar yang beredar. Penganiayaan bermula dari HI yang tidak fokus mendengarkan pelajaran dan justru mengganggu teman-temannya dengan mencoret-coret lukisan temannya.

“Karena mengganggu, korban menegur HI. Namun teguran itu tidak menghentikan tingkah HI dan dia justru semakin menjadi-jadi mengganggu teman-temannya. Akhirnya, korban menindak siswa itu dengan mencoret bagian pipi pelaku dengan cat lukis. Nah, karena tidak terima dicoret mukanya itulah HI memukul korban,” katanya.

Editor : Maria Christina

Bagikan Artikel: