Kerap Menyaru Jadi Pegawai PDAM, 4 Anggota Komplotan Maling Ditangkap

Antara ยท Senin, 09 April 2018 - 21:29 WIB
Kerap Menyaru Jadi Pegawai PDAM, 4 Anggota Komplotan Maling Ditangkap
Ilustrasi maling rumah. (Foto: Okezone)

SURABAYA, iNews.id – Sebanyak empat orang anggota komplotan maling rumah di Surabaya ditangkap polisi. Di setiap aksinya, para anggota komplotan ini selalu memasuki rumah korbannya dengan modus menyaru sebagai petugas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang akan memperbaiki meteran air.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran mengatakan, komplotan ini terdiri dari delapan orang anggota. Dari delapan anggota tersebut, empat di antaranya berhasil diringkus, masing-masing berinisial AS (48), A (25), dan AD (40), ketiganya warga Makassar, Sulawesi Selatan, serta ADN (59), warga Lamongan, Jawa Timur.

Empat anggota lainnya masih buron, salah satunya teridentifikasi berinisial ID, yang telah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). "Di Surabaya, mereka telah beraksi di empat rumah, masing-masing di Jalan Manyar Kerta Adi, Dukuh Kupang, Tambaksari, dan Welirang," katanya kepad awartawan di Surabaya, sebagaimana dilansir dari Antara, Senin (9/4/2018).

Dalam memilih target rumah korbannya,menurut Sudarman, anggota komplotan ini melakukannya secara acak. "Kebanyakan mereka mengincar rumah yang seluruh penghuninya bekerja dan hanya ditunggui oleh seorang pembantu rumah tangga," ucapnya.

Setiap beraksi, masing-masing anggota dalam komplotan ini berbagi peran. Dua di antaranya berperan sebagai petugas PDAM yang berpura-pura mengecek meteran. Sementara, lainnya berjaga di luar rumah. Selain itu, ada pula yang ikut masuk ke dalam rumah untuk melakukan pencurian ketika sang pembantu lengah. "Di dalam rumah, mereka merusak paksa lemari dengan menggunakan obeng dan peralatan lainnya," ujar Sudamiran.

Menurut Sudamiran, tiap rumah korban yang menjadi sasarannya, komplotan ini memperoleh hasil curian yang beragam, masing-masing berkisar antara Rp30 hingga 40 juta, kebanyakan berupa perhiasan. Polisi menduga, komplotan ini telah beraksi di banyak rumah korban lainnya. Polisi hingga kini masih terus melakukan penyelidikan untuk mencari kemungkinan korban lainnya. “Saya harap kalau ada warga lain yang menjadi korban dari komplotan ini segera melapor," katanya.


Editor : Himas Puspito Putra