get app
inews
Aa Text
Read Next : Tren Baru! Ramai Sewa iPhone Mulai Rp100.000 jelang Lebaran di Gunungkidul

Kembangkan Bakat Anak melalui Pesantren Ramadan

Selasa, 20 April 2021 - 20:30:00 WIB
Kembangkan Bakat Anak melalui Pesantren Ramadan
Anak-anak di Desa Tawangsari, Pujon, Malang diajak menuliskan cita-citanya dalam acara Pesantren Ramadan di Ponpes Fathussalam, Bumi Maringi Peni (BMP), Sabtu (17/4/2021). (Foto: MNC Media).

MALANG, iNews.id - Pagi itu, di sela embusan angin dingin diiringi suara bacaan Alquran yang saling bersahutan dari pengeras suara musala, terdengar langkah riang anak-anak kecil dari Desa Tawangsari. Raut muka mereka menyiratkan kebahagiaan, tak sabar mereka lepaskan jabat tangan orang tuanya yang mengantar di depan gerbang bertuliskan Bumi Maringi Peni. 

Anak-anak berlari cepat menyusul teman-temannya yang sudah lebih dulu tiba. Hari itu, sebuah acara bertajuk Pesantren Ramadan (Trendan) 1442 Hijriah digelar di Ponpes Fathussalam, Bumi Maringi Peni (BMP), Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, tepatnya pada Sabtu (17/4/2021).
 
Sedari pagi anak-anak tampak semangat dan ceria hadir di acara ini. Tak kurang dari 68 anak mengikuti dengan khidmat dari awal hingga akhir. Para panitia menyiapkan acara dengan sangat matang. 

Dikemasnya acara dengan sangat menarik, didukung dengan fasilitias gedung BMP yang sangat mendukung. Tak cuma bersih, namun juga sejuk, dikelilingi pepohonan, sayuran, bunga dan juga latar bebukitan yang sangat indah dipandang.
 
Di Pesantren Ramadan ini, anak-anak mendapatkan materi keislaman, motivasi, kegiatan baris berbaris, dan aneka permainan membentuk karakter. Anak-anak diajak untuk melakukan olah rasa dan mensyukuri nikmat yang telah diberikan.
 
Salah satu inti dari acara ini, anak-anak diajak untuk berani bercita-cita. Seperti diketahui, banyak anak-anak dari kalangan tidak mampu yang belum berani bercita-cita. Mereka merasa minder dan pesimistis dengan keadaannya. 

Padahal, salah satu cara untuk memutus rantai kemiskinan dan kebodohan bisa dimulai dari berani bercita-cita. Karena cita-cita memberikan sebuah gambaran tentang perwujudan akan seperti apa masa depan mereka. 

Memiliki cita-cita membuat mereka fokus dan menumbuhkan daya juang untuk meraihnya. Hal ini pernah disampaikan oleh Zaim Ukhrowi dan diamini oleh Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi, “Kunci lepas dari kemiskinan ialah dengan bercita-cita. Hidupnya jadi terarah dari kecil hingga dewasa.”

Dompet Dhuafa Jatim beserta relawan mengemas ajakan berani  bercita-cita ini dengan cara yang unik. Setelah menyampaikan mimpinya kepada kakak pendamping dan temannya, anak-anak diminta menuliskan cita-citanya di sebuah balon. 

Setelah itu mereka diajak berdoa dan optimistis agar cita-citanya tercapai. Sebagai simbolis ‘melangitkan’ cita-cita serta melangitkan doa, balon dilepaskan ke udara. Ada banyak sekali cita-cita yang dituliskan anak-anak. Ada yang ingin menjadi hafiz Quran, polisi hingga YouTuber.

Saat balon dilepaskan ke udara, tampak pemandangan yang haru dan juga seru. Ada yang berteriak dan ada juga yang menatap dengan tatapan penuh harap ke mana balon itu terbang tertiup angin.

Tak hanya itu saja, anak-anak juga diajak untuk mengaji, salat berjamaah, buka bersama, serta diajak berkeliling dan mendapat edukasi tentang peternakan dan pertanian di lahan BMP. Di lahan seluas lebih dari tiga hektar ini terdapat DD Farm, sebuah sentra ternak dan sentra edukasi peternakan domba dengan cara modern. 

Selain domba, ada juga Budikolbu (budidaya ikan di kolam buatan), pertanian sayur dan aloevera serta usaha mini market bernama Warung Sehat Bude DD. Semua program itu sangat bisa dikembangkan oleh anak-anak desa itu di kemudian hari, agar mereka menjadi para pengusaha yang sukses, bukan menjadi buruh di ladang orang.

Dompet Dhuafa di Ponpes Fathussalam, Pujon, Malang, Sabtu (17/4/2021).

Fahim, 8, salah satu santri yang sudah hafal lima juz Alquran mengatakan, “Saya suka banget ikut acara ini, bisa ngaji dengan teman-teman, bisa lihat peternakan kambing, ikan dan bisa menuliskan cita-cita”.  

Sementara itu Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jatim, Kholid Abdillah menuturkan, ada pesan yang ingin disampaikan kepada para guru dan orang tua melalui kegiatan pesantren Ramadan. 

“Kegiatan ini miniatur sebuah konsep kurikulum pesantren modern yang tidak hanya mengajarkan agama, namun juga pengembangan diri, serta life skills yang dapat mengangkat harkat dan martabat mereka,” ujarnya
 
Meski dihadiri oleh anak-anak yang cukup banyak, namun mereka tetap mengikuti protokol kesehatan. Panitia membagikan masker, face shield dan disiplin untuk mencuci tangan dengan handsanitizer.

Editor: Zen Teguh

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut