Keluarkan Gas Beracun Kawah Ijen Ditutup, 34 Warga Dilarikan ke RS

Antara, Riski Amirul Ahmad ยท Kamis, 22 Maret 2018 - 08:49 WIB
Keluarkan Gas Beracun Kawah Ijen Ditutup, 34 Warga Dilarikan ke RS
Seorang warga yang diduga korban keracunan saat dibawa ke RS untuk mendapat perawatan. (Foto: iNews/Rizki Amirulah Ahmad)

BONDOWOSO, iNews.id – Taman Wisata Alam Kawah Ijen yang terletak di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondosowo, Jawa Timur, ditutup sementara. Gunung yang memiliki ketinggian 2.368 meter dari permukaan laut itu diduga mengeluarkan gas beracun yang mengakibatkan puluhan warga Afdeling Watu Capil, serta Desa Margahayu di Kecamatan Sempol, Kabupaten Bondowoso mengalami keracunan gas.

Pantauan iNews, kebanyakan warga yang menjalani perawatan medis mengalami gejala sesak napas, batuk, hingga pingsan. Gejala itu dialami para orang dewasa, lanjut usia, maupun anak-anak. Keterangan sejumlah warga, semalam mereka mencium aroma bau menyengat yang berasal dari asap belerang. Setelah itu merasakan sesak nafas. Oleh pemerintah desa, semua warga kemudian diinstruksikan untuk pergi ke tempat lebih aman yaitu di Kecamatan Sempol.

Data terakhir,  jumlah penderita dugaan keracunan gas kawah Gunung Ijen sebanyak 34 orang. Jumlah itu kemungkinan akan terus bertambah. Beberapa yang kritis terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Umum dr Koesnadi Bondowoso.

“Mata ini perih sekali. Pas mencium aroma menyengat, bagian dada terasa sesak panas sekali,” ucap Yit, seorang warga, Kamis (22/3/2018).

Sementara itu, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ijen Bambang Heri Purwanto mengatakan, hari ini pihaknya merekomendasikan untuk penutupan jalur pendakian ke Gunung Ijen. “Kami rekomendasikan untuk penutupan sementara karena ada gas beracun yang masih diselidiki penyebabnya oleh petugas di lapangan," ujarnya.

Dia mengatakan, selama dua hari ini aktivitas kegempaan Gunung Ijen yakni gempa vulkanik dangkal mengalami peningkatan, namun tidak signifikan. Berdasarkan data, pada 18 Maret tercatat 11 kali gempa vulkanik dangkal dan pada 20 Maret terekam 22 kali gempa vulkanik dangkal, namun status Gunung Ijen masih normal.

Bambang melanjutkan, petugas masih turun ke lapangan untuk mengetahui penyebab ke luarnya gas beracun tersebut dan beberapa hari terakhir curah hujan di kawasan lereng Gunung Ijen juga tinggi. Pihaknya masih belum bisa memberikan penjelasan secara detail terkait penyebab gas beracun di Kawah Gunung Ijen tersebut.

"Wisatawan dan para penambang tidak diperbolehkan naik ke Kawah Ijen untuk sementara waktu, sehingga kami imbau kepada siapapun untuk tidak mendekati radius satu kilometer dari bibir kawah karena berbahaya," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Resor Taman Wisata Alam Ijen KSDA Sigit Ariwibowo membenarkan informasi yang menyebutkan Gunung Ijen mengeluarkan gas beracun dan kejadian diperkirakan terjadi pada Rabu (21/3) pukul 19.00 WIB.

"Kalau radiusnya belum bisa diprediksi karena sebelum mengeluarkan gas beracun terjadi ledakan dari Kawah Ijen dan asap mengikuti arah angin ke barat (ke Bondowoso)," katanya.


Editor : Donald Karouw